BerandaPemerintahanTindaklanjuti Keluhan Warga, Komisi IV DPRD Banyuwangi Sidak Kondisi Sungai Tercemar di...

Tindaklanjuti Keluhan Warga, Komisi IV DPRD Banyuwangi Sidak Kondisi Sungai Tercemar di Kecamatan Muncar

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Setiap orang yang baru pertama kali berkunjung ke Kecamatan Muncar pasti mengeluh bau tak sedap yang sangat menganggu indra penciuman. Penyebab bau tersebut diduga dari industri pengolahan ikan yang membuang limbahnya tanpa melalui proses.

Polusi limbah dan minimnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya saat ini kian menjadi mencemari sungai yang ada di Kecamatan Muncar. Dan masyarakat sekitar sudah mulai mengeluhkan kondisi polusi lingkungan ini.

Menindaklanjuti kelauhan masyarakat itu, Komisi IV DPRD Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) atau tinjau lapang untuk melihat secara langsung kondisi sungai di Kecamatan Muncar pada hari Senin (17/02/2025) kemarin.

” Sidak atau tinjau lapang Komisi IV DPRD Banyuwangi ini dalam rangka menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pencemaran sungai di sepanjang Kecamatan Muncar , ” ucap Ketua Komisi IV, Patemo saat dikonfirmasi awak media.

BACA JUGA:  Cek Penanganan Banjir Muncar, Bupati Ipuk Fiestiandani Instruksikan Segera Bersihkan Drainase dari Sampah

Dari hasil inspeksi mendadak itu, Komisi IV melihat langsung kondisi sungai di Kecamatan Muncar masih dipenuhi sampah rumah tangga dan sedimen sehingga akan berdampak negatif terhadap lingkungan,terlebih disaat musim penghujan. Dan sedimen sungai yang ada di Muncar perlu dikeruk untuk mencegah banjir dan menjaga kapasitas tampung air

” Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah dan fenomena dilapangan masih ada masyarakat yang memanfaatkan sungai untuk membuang sampah limbah rumah tangga atau memang tempat pembuangan sampahnya yang kurang , ” ucapnya.

Selain persoalan sampah rumah tangga, anggota dewan juga prihatin dengan kondisi pencemaran lingkungan yang disebabkan limbah dari industri pengolahan ikan maupun usaha pertambakan di Muncar.

”Dampak dari pencenaran itu, nelayan Muncar kini kesulitan untuk mendapatkan ikan.Mereka harus menempuh perjalanan bermil-mil agar mendapatkan tangkapan yang maksimal, ” ucap Politisi PDI Perjuangan asal Kecamatan Bangorejo ini.

BACA JUGA:  DPRD Banyuwangi Gelar Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Dua Raperda Usulan Eksekutif

Untuk mengatasi persoalan pencemaran di Kecamatan Muncar dampak sampah limbah rumah tangga , Komisi IV DPRD Banyuwangi akan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera menyediakan dan membangun tempat pembuangan sampah (TPS) secara merata di Kecamatan Muncar.

” DLH harus masih memberikan sosialisasi secara masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai dan mengembalikan kembali fungsi sungai yang sebenarnya, dulu perahu nelayan bisa melintasi sungai ini, namun sekarang tidak bisa, ” ucapnya.

Sedangkan untuk mengatasi limbah industri pengolahan ikan, dewan berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi merencanakan kembali pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu di lokasi yang tepat sehingga tidak ada penolakan warga.

” Warga Muncar sebenarnya sangat berharap adanya IPAL Terpadu, karena indeks pencemaran lingkungan di perairan Muncar melebihi ambang batas , ” pungkasnya.(ydi)

BACA JUGA:  Nelayan Sepi Tangkapan, Industri Ikan Asin di Banyuwangi Kekurangan Bahan Baku
- Advertisement -spot_img
spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Setiap orang yang baru pertama kali berkunjung ke Kecamatan Muncar pasti mengeluh bau tak sedap yang sangat menganggu indra penciuman. Penyebab bau tersebut diduga dari industri pengolahan ikan yang membuang limbahnya tanpa melalui proses.

Polusi limbah dan minimnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya saat ini kian menjadi mencemari sungai yang ada di Kecamatan Muncar. Dan masyarakat sekitar sudah mulai mengeluhkan kondisi polusi lingkungan ini.

Menindaklanjuti kelauhan masyarakat itu, Komisi IV DPRD Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) atau tinjau lapang untuk melihat secara langsung kondisi sungai di Kecamatan Muncar pada hari Senin (17/02/2025) kemarin.

” Sidak atau tinjau lapang Komisi IV DPRD Banyuwangi ini dalam rangka menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pencemaran sungai di sepanjang Kecamatan Muncar , ” ucap Ketua Komisi IV, Patemo saat dikonfirmasi awak media.

BACA JUGA:  Satlantas Polresta Banyuwangi Kirim Ribuan Surat Tilang Berbasis ETLE Via Pos

Dari hasil inspeksi mendadak itu, Komisi IV melihat langsung kondisi sungai di Kecamatan Muncar masih dipenuhi sampah rumah tangga dan sedimen sehingga akan berdampak negatif terhadap lingkungan,terlebih disaat musim penghujan. Dan sedimen sungai yang ada di Muncar perlu dikeruk untuk mencegah banjir dan menjaga kapasitas tampung air

” Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah dan fenomena dilapangan masih ada masyarakat yang memanfaatkan sungai untuk membuang sampah limbah rumah tangga atau memang tempat pembuangan sampahnya yang kurang , ” ucapnya.

Selain persoalan sampah rumah tangga, anggota dewan juga prihatin dengan kondisi pencemaran lingkungan yang disebabkan limbah dari industri pengolahan ikan maupun usaha pertambakan di Muncar.

”Dampak dari pencenaran itu, nelayan Muncar kini kesulitan untuk mendapatkan ikan.Mereka harus menempuh perjalanan bermil-mil agar mendapatkan tangkapan yang maksimal, ” ucap Politisi PDI Perjuangan asal Kecamatan Bangorejo ini.

BACA JUGA:  Warga Desak TPS Ditutup, Komisi IV DPRD Banyuwangi Minta Pengelolaan Sampah Desa Kedungrejo Muncar Dialihkan ke TPS3R

Untuk mengatasi persoalan pencemaran di Kecamatan Muncar dampak sampah limbah rumah tangga , Komisi IV DPRD Banyuwangi akan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera menyediakan dan membangun tempat pembuangan sampah (TPS) secara merata di Kecamatan Muncar.

” DLH harus masih memberikan sosialisasi secara masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai dan mengembalikan kembali fungsi sungai yang sebenarnya, dulu perahu nelayan bisa melintasi sungai ini, namun sekarang tidak bisa, ” ucapnya.

Sedangkan untuk mengatasi limbah industri pengolahan ikan, dewan berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi merencanakan kembali pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu di lokasi yang tepat sehingga tidak ada penolakan warga.

” Warga Muncar sebenarnya sangat berharap adanya IPAL Terpadu, karena indeks pencemaran lingkungan di perairan Muncar melebihi ambang batas , ” pungkasnya.(ydi)

BACA JUGA:  Surat Edaran Bersama Libur Sekolah Ramadan Terbit, Ini Jadwalnya
- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Setiap orang yang baru pertama kali berkunjung ke Kecamatan Muncar pasti mengeluh bau tak sedap yang sangat menganggu indra penciuman. Penyebab bau tersebut diduga dari industri pengolahan ikan yang membuang limbahnya tanpa melalui proses.

Polusi limbah dan minimnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya saat ini kian menjadi mencemari sungai yang ada di Kecamatan Muncar. Dan masyarakat sekitar sudah mulai mengeluhkan kondisi polusi lingkungan ini.

Menindaklanjuti kelauhan masyarakat itu, Komisi IV DPRD Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) atau tinjau lapang untuk melihat secara langsung kondisi sungai di Kecamatan Muncar pada hari Senin (17/02/2025) kemarin.

” Sidak atau tinjau lapang Komisi IV DPRD Banyuwangi ini dalam rangka menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pencemaran sungai di sepanjang Kecamatan Muncar , ” ucap Ketua Komisi IV, Patemo saat dikonfirmasi awak media.

BACA JUGA:  Kapolresta Banyuwangi Letakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Aula Brimob Kompi 4 Batalyon B Pelopor Sat Brimoda Jawa Timur

Dari hasil inspeksi mendadak itu, Komisi IV melihat langsung kondisi sungai di Kecamatan Muncar masih dipenuhi sampah rumah tangga dan sedimen sehingga akan berdampak negatif terhadap lingkungan,terlebih disaat musim penghujan. Dan sedimen sungai yang ada di Muncar perlu dikeruk untuk mencegah banjir dan menjaga kapasitas tampung air

” Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah dan fenomena dilapangan masih ada masyarakat yang memanfaatkan sungai untuk membuang sampah limbah rumah tangga atau memang tempat pembuangan sampahnya yang kurang , ” ucapnya.

Selain persoalan sampah rumah tangga, anggota dewan juga prihatin dengan kondisi pencemaran lingkungan yang disebabkan limbah dari industri pengolahan ikan maupun usaha pertambakan di Muncar.

”Dampak dari pencenaran itu, nelayan Muncar kini kesulitan untuk mendapatkan ikan.Mereka harus menempuh perjalanan bermil-mil agar mendapatkan tangkapan yang maksimal, ” ucap Politisi PDI Perjuangan asal Kecamatan Bangorejo ini.

BACA JUGA:  Cegah Judi Online di Lingkungan Polresta Banyuwangi, Semua Handphone Anggota Diperiksa

Untuk mengatasi persoalan pencemaran di Kecamatan Muncar dampak sampah limbah rumah tangga , Komisi IV DPRD Banyuwangi akan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera menyediakan dan membangun tempat pembuangan sampah (TPS) secara merata di Kecamatan Muncar.

” DLH harus masih memberikan sosialisasi secara masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai dan mengembalikan kembali fungsi sungai yang sebenarnya, dulu perahu nelayan bisa melintasi sungai ini, namun sekarang tidak bisa, ” ucapnya.

Sedangkan untuk mengatasi limbah industri pengolahan ikan, dewan berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi merencanakan kembali pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpadu di lokasi yang tepat sehingga tidak ada penolakan warga.

” Warga Muncar sebenarnya sangat berharap adanya IPAL Terpadu, karena indeks pencemaran lingkungan di perairan Muncar melebihi ambang batas , ” pungkasnya.(ydi)

BACA JUGA:  Agar Tepat Sasaran, Komisi II DPRD Banyuwangi Minta PT Bumi Rojo Koyo Salurkan CSR Sesuai Mekanisme dalam Perda
- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini