BerandaDaerahAkses Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Banyuwangi kembali Tersendat, Ratusan Sopir Angkutan Logistik Demo

Akses Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Banyuwangi kembali Tersendat, Ratusan Sopir Angkutan Logistik Demo

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Akses menuju Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang Banyuwangi kembali tersendat sehingga menyebabkan antrian panjang kendaraan angkutan logistik dan memicu aksi demo ratusan sopir dengan menutup pintu keluar Pelabuhan ASDP.

Para sopir angkutan logistik merasa dirugikan dengan kondisi belum normalnya operasional kapal – kapal penyeberangan Ketapang Gilimanuk Bali. Mereka harus rela menunggu berhari-hari untuk bisa menyeberang.

” Kami disini tidak berniat bikin gaduh, yang kita inginkan kepastian, jika membuat aturan harus ada solusi, jangan kita ini dikorbankan, apa iya pemerintah tidak bisa menyiapkan armada penyeberangan lainnya, sudah berhari-hari kita antri ,  ” ungkap pendemo yang enggan disebutkan namanya.

Kekesalan para sopir angkutan logistik itu sangat wajar, selain lamanya waktu antri menyeberang di dalam kantor parkir pelabuhan tentu menyebabkan biaya bahan bakar minyak (BBM) membengkak, ditambah lagi dengan terbatasnya sarana toilet.

BACA JUGA:  Jelang Lebaran, Kader PDI Perjuangan Banyuwangi Serentak Salurkan Ribuan Paket Sembako

” Saya sudah tiga hari antri menyeberang, di kantong parkir kondisinya kurang memadai, kamar mandi ngak ada airnya, kalau kita mau buang air besar gimana, untuk cari makan saja jaraknya jauh , ” ucap Ari salah seorang sopir truk tronton dari Jakarta.

Aksi demo sopir logistik hanya berjalan sekitar dua jam. Setelah ditemui perwakilan dari KSOP Tanjung Wangi dan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra, para sopir akhirnya membubarkan diri dan membuka blokade pintu keluar pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang.

” para sopir angkutan logistik ini secara psikologis minta untuk cepat dimuat karena sudah menunggu antri terlalu lama. Ada solusi dari Hubdar Kemenhub segera ada tambahan kapal LCT yang bisa memuat banyak kendaraan untuk mengurai kemacetan,” tegas  Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra.

BACA JUGA:  Event Sport Tourism, Seribuan Peserta Berlari Lewati Hutan dan Pantai di Alas Purwo Jungle Run 2024

Permasalahan antrian panjang di akses menuju pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang hingga wilayah Banyuwangi utara merupakan rangkaian panjang akibat kebijakan pembatasan jumlah kapal. Jumlah armada kapal penyeberangan tidak seimbang dengan volume kendaraan yang hendak menyeberang.

Sementera General Manager Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, Yannes Kurniawan menyampaikan bahwa pihaknya bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) akan berupaya melakukan percepatan muatan angkutan logistik ke kapal dengan memilah kendaraan mana yang bisa dimuat melalui dermaga MB dan dermaga LCM.

“Ada 6 kapal di LCM dan 19 di MB. Di Bulusan ada Portlink VII dan Liputan XII. Mayoritas truk hanya bisa masuk ke LCM,” imbuhnya.

Kondisi cuaca menjadi penyebab terjadinya antrean. Kapal tidak beroperasi dan harus menunggu cuaca kembali normal. “Banyak juga truk yang belum bertiket. Saat memasukkan ke kapal, kita harus memprioritaskan kendaraan yang sudah bertiket,” pungkasnya.(ydi)

BACA JUGA:  Tersangka Dilimpahkan ke Jaksa, Kasus Pembunuhan Perempuan Pegawai Bank Swasta di Banyuwangi Segera Disidangkan

 

 

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Akses menuju Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang Banyuwangi kembali tersendat sehingga menyebabkan antrian panjang kendaraan angkutan logistik dan memicu aksi demo ratusan sopir dengan menutup pintu keluar Pelabuhan ASDP.

Para sopir angkutan logistik merasa dirugikan dengan kondisi belum normalnya operasional kapal – kapal penyeberangan Ketapang Gilimanuk Bali. Mereka harus rela menunggu berhari-hari untuk bisa menyeberang.

” Kami disini tidak berniat bikin gaduh, yang kita inginkan kepastian, jika membuat aturan harus ada solusi, jangan kita ini dikorbankan, apa iya pemerintah tidak bisa menyiapkan armada penyeberangan lainnya, sudah berhari-hari kita antri ,  ” ungkap pendemo yang enggan disebutkan namanya.

Kekesalan para sopir angkutan logistik itu sangat wajar, selain lamanya waktu antri menyeberang di dalam kantor parkir pelabuhan tentu menyebabkan biaya bahan bakar minyak (BBM) membengkak, ditambah lagi dengan terbatasnya sarana toilet.

BACA JUGA:  Perusahaan Galangan Kapal Lundin Industry Invest Banyuwangi Digugat PKPU oleh ASA Nordict

” Saya sudah tiga hari antri menyeberang, di kantong parkir kondisinya kurang memadai, kamar mandi ngak ada airnya, kalau kita mau buang air besar gimana, untuk cari makan saja jaraknya jauh , ” ucap Ari salah seorang sopir truk tronton dari Jakarta.

Aksi demo sopir logistik hanya berjalan sekitar dua jam. Setelah ditemui perwakilan dari KSOP Tanjung Wangi dan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra, para sopir akhirnya membubarkan diri dan membuka blokade pintu keluar pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang.

” para sopir angkutan logistik ini secara psikologis minta untuk cepat dimuat karena sudah menunggu antri terlalu lama. Ada solusi dari Hubdar Kemenhub segera ada tambahan kapal LCT yang bisa memuat banyak kendaraan untuk mengurai kemacetan,” tegas  Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra.

BACA JUGA:  Kampung Lobster Desa Bangsring Banyuwangi, Sukses Budidaya Lobster Hingga Ekspor ke Tiongkok

Permasalahan antrian panjang di akses menuju pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang hingga wilayah Banyuwangi utara merupakan rangkaian panjang akibat kebijakan pembatasan jumlah kapal. Jumlah armada kapal penyeberangan tidak seimbang dengan volume kendaraan yang hendak menyeberang.

Sementera General Manager Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, Yannes Kurniawan menyampaikan bahwa pihaknya bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) akan berupaya melakukan percepatan muatan angkutan logistik ke kapal dengan memilah kendaraan mana yang bisa dimuat melalui dermaga MB dan dermaga LCM.

“Ada 6 kapal di LCM dan 19 di MB. Di Bulusan ada Portlink VII dan Liputan XII. Mayoritas truk hanya bisa masuk ke LCM,” imbuhnya.

Kondisi cuaca menjadi penyebab terjadinya antrean. Kapal tidak beroperasi dan harus menunggu cuaca kembali normal. “Banyak juga truk yang belum bertiket. Saat memasukkan ke kapal, kita harus memprioritaskan kendaraan yang sudah bertiket,” pungkasnya.(ydi)

BACA JUGA:  Puluhan Peserta Ramaikan Banteng Musik Jalanan, Meriahkan Bulan Bung Karno 2026

 

 

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Akses menuju Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang Banyuwangi kembali tersendat sehingga menyebabkan antrian panjang kendaraan angkutan logistik dan memicu aksi demo ratusan sopir dengan menutup pintu keluar Pelabuhan ASDP.

Para sopir angkutan logistik merasa dirugikan dengan kondisi belum normalnya operasional kapal – kapal penyeberangan Ketapang Gilimanuk Bali. Mereka harus rela menunggu berhari-hari untuk bisa menyeberang.

” Kami disini tidak berniat bikin gaduh, yang kita inginkan kepastian, jika membuat aturan harus ada solusi, jangan kita ini dikorbankan, apa iya pemerintah tidak bisa menyiapkan armada penyeberangan lainnya, sudah berhari-hari kita antri ,  ” ungkap pendemo yang enggan disebutkan namanya.

Kekesalan para sopir angkutan logistik itu sangat wajar, selain lamanya waktu antri menyeberang di dalam kantor parkir pelabuhan tentu menyebabkan biaya bahan bakar minyak (BBM) membengkak, ditambah lagi dengan terbatasnya sarana toilet.

BACA JUGA:  Jelang Libur Panjang Akhir Januari 2025, KAI Daop 9 Jember Sediakan 57 022 Tempat Duduk Kereta Api, Tiket Sudah Bisa Dipesan

” Saya sudah tiga hari antri menyeberang, di kantong parkir kondisinya kurang memadai, kamar mandi ngak ada airnya, kalau kita mau buang air besar gimana, untuk cari makan saja jaraknya jauh , ” ucap Ari salah seorang sopir truk tronton dari Jakarta.

Aksi demo sopir logistik hanya berjalan sekitar dua jam. Setelah ditemui perwakilan dari KSOP Tanjung Wangi dan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra, para sopir akhirnya membubarkan diri dan membuka blokade pintu keluar pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang.

” para sopir angkutan logistik ini secara psikologis minta untuk cepat dimuat karena sudah menunggu antri terlalu lama. Ada solusi dari Hubdar Kemenhub segera ada tambahan kapal LCT yang bisa memuat banyak kendaraan untuk mengurai kemacetan,” tegas  Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra.

BACA JUGA:  Rekrutmen Karyawan Perusahaan Pengelola Yacht di Banyuwangi Disorot, Belum Kantongi Sertifikasi Disnaker Setempat

Permasalahan antrian panjang di akses menuju pelabuhan penyeberangan ASDP Ketapang hingga wilayah Banyuwangi utara merupakan rangkaian panjang akibat kebijakan pembatasan jumlah kapal. Jumlah armada kapal penyeberangan tidak seimbang dengan volume kendaraan yang hendak menyeberang.

Sementera General Manager Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, Yannes Kurniawan menyampaikan bahwa pihaknya bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) akan berupaya melakukan percepatan muatan angkutan logistik ke kapal dengan memilah kendaraan mana yang bisa dimuat melalui dermaga MB dan dermaga LCM.

“Ada 6 kapal di LCM dan 19 di MB. Di Bulusan ada Portlink VII dan Liputan XII. Mayoritas truk hanya bisa masuk ke LCM,” imbuhnya.

Kondisi cuaca menjadi penyebab terjadinya antrean. Kapal tidak beroperasi dan harus menunggu cuaca kembali normal. “Banyak juga truk yang belum bertiket. Saat memasukkan ke kapal, kita harus memprioritaskan kendaraan yang sudah bertiket,” pungkasnya.(ydi)

BACA JUGA:  Kampung Lobster Desa Bangsring Banyuwangi, Sukses Budidaya Lobster Hingga Ekspor ke Tiongkok

 

 

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini