INDOSNAP – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember terus berupaya mempercepat peningkatan literasi keuangan masyarakat termasuk kepada kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru.
Upaya OJK Jember tersebut diwujudkan dengan menggelar kegiatan talk show yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Banyuwangi, Kamis (30/05/2024) dengan mengundanghadirkan seribuan ASN dan guru baik secara luring maupun daring.
Kepala OJK Jember, Hardi Rofiq Nasution, mengatakan bahwa OJK Jember diminta oleh Bupati Banyuwangi untuk memberikan literasi keuangan kepada guru dan ASN. Hal ini sebagai langkah preventif agar mereka tidak menjadi korban penipuan yang berakibat kerugian finansial.
“Kami ingin meningkatkan literasi keuangan para guru dan ASN di Banyuwangi agar mereka tidak mudah tergoda dengan tawaran investasi bodong, pinjol ilegal, dan modus penipuan baru lainnya,” ujar Hardi, Kamis (30/5/2024).
Hardi menjelaskan bahwa modus penipuan online saat ini semakin beragam dan canggih. Para penipu memanfaatkan berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan untuk menjerat korbannya.
“Oleh karena itu, para guru dan ASN harus selalu waspada dan berhati-hati. Jangan mudah percaya dengan tawaran yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat,” imbuh Hardi.
Dalam talkshow tersebut, OJK juga memberikan edukasi mengenai cara mengecek legalitas investasi dan pinjol online. Para guru dan ASN juga diimbau untuk selalu melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan indikasi penipuan.***






