BerandaDaerahKalangan Ibu Rumah Tangga di Banyuwangi Resah, Ketersediaan Gas Melon Subsidi Mendadak...

Kalangan Ibu Rumah Tangga di Banyuwangi Resah, Ketersediaan Gas Melon Subsidi Mendadak Sulit Didapatkan

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Kalangan ibu rumah tangga maupun pedagang makanan di Banyuwangi, Jawa Timur resah. Mereka mengeluhkan ketersediaan gas LPG tabung melon (subsidi) yang belakangan mendadak langka alias sulit ditemui.

Menurutnya kelangkaan LPG 3 kilogram di Bumi Blambangan, sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Bukan hanya stok yang makin susah didapat. Tapi disejumlah daerah, Harga Eceran Tertinggi (HET) gas bersubsidi tersebut juga meningkat. Dari yang seharusnya Rp16 ribu per tabung, melonjak diangka Rp. 21-22 ribu per tabungnya.

Maka jangan heran, secara perlahan emak-emak mulai teriak. Mereka kelimpungan lantaran tak bisa dengan mudah mendapat komoditi vital aktivitas memasak.

“Untuk beli gas LPG 3 kilogram, harus keliling. Kadang keliling ke sejumlah toko tetap tidak mendapat barang,” ucap Atimah, emak-emak asal Kelurahan Penataban, Banyuwangi, Senin (1/7/2024).

BACA JUGA:  BMKG Prediksi Musim Kemarau di Banyuwangi Akan Berakhir Pada Bulan Oktober

Ternyata nasib serupa juga dirasakan kalangan ibu rumah tangga hingga diwilayah Banyuwangi bagian selatan. Keberadaan gas LPG 3 kilogram diakui kian susah didapatkan.

Penelusuran dilapangan, kelangkaan LPG tabung melon terjadi lantaran adanya pengurangan stok kiriman dari agen. Brdasarkan pengakuan dari salah satu pangkalan saat ini hanya bisa mendapat kiriman satu kali dalam seminggu. Itu pun kuota sangat terbatas. Jika biasanya per satu kiriman bisa mendapat jatah hingga 150 tabung, kini hanya 25 tabung saja per minggu.

Hal yang sama juga diakui pangkalan LPG 3 kilogram diwilayah Kecamatan Giri. Sebelumnya, penyedia LPG melon ini bisa mendapat 300 tabung per satu kiriman. Tapi, belakangan hanya diberi jatah 50 tabung saja. Itu pun satu kali kiriman dalam sepekan, yakni tiap hari Jumat.

Dari fenomena diatas, maka jangan heran jika wajah gas LPG 3 kilogram makin sulit ditemukan kaum emak-emak.

BACA JUGA:  Komitmen Pertahankan Capaian UHC Prioritas, Pemkab Situbondo Raih UHC Awards 2026

Meski banyak ibu rumah tangga menjerit, pihak PT Pertamina Patra Niaga Jatim, Bali dan Nusa Tenggara (Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus), menyatakan bahwa stok LPG 3 kilogram di pangkalan sudah sesuai kuota rasio. Namun, kalau untuk pedagang eceran alias bukan pangkalan resmi, pihaknya tidak bisa memastikan.

“Kalau gas melon di pengecer habis, monggo beli di pangkalan,” kata Manager Comm Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi.

Ahad menjelaskan, untuk rasio kewajaran penggunaan gas LPG 3 kilogram untuk tiap keluarga dengan 5 orang anggota keluarga, membutuhkan sekitar 3 sampai 4 tabung dalam sebulan.

“Kami bagian mencatat di pangkalan untuk melihat jumlah pembelian yang wajar sesuai data. Hal ini juga sebagai upaya untuk melaksanakan subsidi tepat sasaran,” jelasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan surat edaran Direktur Jenderal Migas No. B-2461/MG.05/DJM/2022, bagi pengusaha seperti hotel, usaha binatu, tani tembakau, pertanian, jasa las, batik, peternakan dan restoran dilarang menggunakan LPG 3 kilogram.

BACA JUGA:  Sambut Arus Mudik , DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Dirikan Posko Gotong Royong Lebaran 2026

Pertamina berharap peran masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan dalam penggunaan LPG 3 kilogram agar tepat sasaran.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini