BerandaPemerintahanGen Z dan Gen Alpha Banyuwangi Titip Aspirasi ke Pemkab: Dari Green...

Gen Z dan Gen Alpha Banyuwangi Titip Aspirasi ke Pemkab: Dari Green Ranger hingga Edukasi Sampah untuk PKK

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Menggali masukan dan aspirasi untuk penyusunan kebijakan daerah yang lebih ramah anak, Pemkab Banyuwangi menggelar kegiatan Rembug Anak di Kawasan wisata Pulau Santen pada Kamis (23/07/2026).

Forum ini menjadi ruang bagi generasi Z dan generasi Alpha untuk menyampaikan ide, kritik, hingga harapan mereka. Sebanyak 50 pelajar SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Banyuwangi, termasuk siswa sekolah luar biasa (SLB), mengikuti forum tersebut.

Berbagai usulan dan aspirasi menggalir dari puluhan anak-anak itu seperti “Kalau bisa ada Green Ranger yang mengajak warga peduli lingkungan.” “Edukasi soal sampah jangan cuma di sekolah, tapi juga sampai ke ibu-ibu PKK.” “Penebang pohon liar harus diberi sanksi tegas.”

Mengusung tema “Anak Beraksi, Lingkungan Lestari, Hak Anak Terpenuhi”, para peserta berdiskusi tentang berbagai isu lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, penghijauan, pelestarian sumber daya air, hingga pentingnya pendidikan lingkungan sejak dini.

BACA JUGA:  Meringankan Beban Masyarakat Kurang Mampu, Pemkab Banyuwangi Gratiskan PBB 6.836 Warga Miskin

Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo mengatakan, Rembug Anak yang rutin digelar setiap tahun merupakan komitmen pemkab untuk mendengar langsung suara anak-anak sebelum merumuskan berbagai kebijakan.

“Silakan sampaikan apa yang menjadi keinginan, harapan, maupun keresahan kalian. Semua masukan akan kami dengarkan, kami catat, dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan,” ujar Yayan, sapaan akrabnya.

Salah satu usulan datang dari Reyhan Iftitan Ramadhanu, pelajar SMA Muhammadiyah 2 Genteng. Bersama kelompoknya, ia mengusulkan pembentukan Green Ranger, yakni duta kebersihan yang melibatkan pelajar di sekolah sekaligus masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

“Kami mengusulkan Green Ranger untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan melalui sosialisasi dan aksi nyata,” kata Reyhan.

Sementara itu, Thalita Elok Safitri dari MAN 1 Banyuwangi menilai edukasi pengelolaan sampah perlu diperluas hingga menyasar kelompok PKK.

BACA JUGA:  Dorong Produktivitas Pertanian dan Antisipasi Kekeringan Jelang Musim Kemarau, Bupati Banyuwangi Resmikan Rumah Pompa

“Kalau ibu-ibu PKK diberi pelatihan memilah dan mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomi, pasti mereka akan tertarik karena sekaligus bisa menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Menurut Thalita, kampanye lingkungan juga perlu memanfaatkan media sosial dan videotron agar lebih dekat dengan generasi muda dan menjangkau masyarakat luas. Ia juga mengusulkan adanya pemantauan hingga tingkat desa untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal.

Aspirasi lain disampaikan Hafis Maulana Akbar dari SMPN 4 Banyuwangi. Ia berharap pemerintah memberikan sanksi tegas terhadap pelaku penebangan pohon secara liar.

“Pohon sangat bermanfaat untuk menjaga kualitas udara, mencegah banjir, dan menyimpan cadangan air. Karena itu tidak boleh ada yang menebangnya sembarangan,” ujarnya.

Melalui Rembug Anak, Pemkab Banyuwangi berharap suara anak-anak tidak berhenti sebagai diskusi semata, tetapi menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan daerah. Sebab, anak-anak tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, melainkan juga mitra yang ikut memberi arah bagi masa depan Banyuwangi.

BACA JUGA:  Kuatkan Nilai Nilai Pancasila, Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara Inisiasi Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila

“Dan kami bangga dengan anak-anak tadi, mereka sangat antusias menyampaikan ide-idenya terkait lingkungan dan sampah yang memang menjadinisu global saat ini,” tutup Yayan.(hms)

- Advertisement -spot_img
spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Menggali masukan dan aspirasi untuk penyusunan kebijakan daerah yang lebih ramah anak, Pemkab Banyuwangi menggelar kegiatan Rembug Anak di Kawasan wisata Pulau Santen pada Kamis (23/07/2026).

Forum ini menjadi ruang bagi generasi Z dan generasi Alpha untuk menyampaikan ide, kritik, hingga harapan mereka. Sebanyak 50 pelajar SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Banyuwangi, termasuk siswa sekolah luar biasa (SLB), mengikuti forum tersebut.

Berbagai usulan dan aspirasi menggalir dari puluhan anak-anak itu seperti “Kalau bisa ada Green Ranger yang mengajak warga peduli lingkungan.” “Edukasi soal sampah jangan cuma di sekolah, tapi juga sampai ke ibu-ibu PKK.” “Penebang pohon liar harus diberi sanksi tegas.”

Mengusung tema “Anak Beraksi, Lingkungan Lestari, Hak Anak Terpenuhi”, para peserta berdiskusi tentang berbagai isu lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, penghijauan, pelestarian sumber daya air, hingga pentingnya pendidikan lingkungan sejak dini.

BACA JUGA:  Berlangsung Khidmat, Bupati Ipuk Fiestiandani Kukuhkan Anggota Paskibraka Banyuwangi 2024

Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo mengatakan, Rembug Anak yang rutin digelar setiap tahun merupakan komitmen pemkab untuk mendengar langsung suara anak-anak sebelum merumuskan berbagai kebijakan.

“Silakan sampaikan apa yang menjadi keinginan, harapan, maupun keresahan kalian. Semua masukan akan kami dengarkan, kami catat, dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan,” ujar Yayan, sapaan akrabnya.

Salah satu usulan datang dari Reyhan Iftitan Ramadhanu, pelajar SMA Muhammadiyah 2 Genteng. Bersama kelompoknya, ia mengusulkan pembentukan Green Ranger, yakni duta kebersihan yang melibatkan pelajar di sekolah sekaligus masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

“Kami mengusulkan Green Ranger untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan melalui sosialisasi dan aksi nyata,” kata Reyhan.

Sementara itu, Thalita Elok Safitri dari MAN 1 Banyuwangi menilai edukasi pengelolaan sampah perlu diperluas hingga menyasar kelompok PKK.

BACA JUGA:  Wakil Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi Minta Faskes Tingkatkan Pelayanan dan Jangan Tolak Pasien Karena Kategori Desil

“Kalau ibu-ibu PKK diberi pelatihan memilah dan mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomi, pasti mereka akan tertarik karena sekaligus bisa menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Menurut Thalita, kampanye lingkungan juga perlu memanfaatkan media sosial dan videotron agar lebih dekat dengan generasi muda dan menjangkau masyarakat luas. Ia juga mengusulkan adanya pemantauan hingga tingkat desa untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal.

Aspirasi lain disampaikan Hafis Maulana Akbar dari SMPN 4 Banyuwangi. Ia berharap pemerintah memberikan sanksi tegas terhadap pelaku penebangan pohon secara liar.

“Pohon sangat bermanfaat untuk menjaga kualitas udara, mencegah banjir, dan menyimpan cadangan air. Karena itu tidak boleh ada yang menebangnya sembarangan,” ujarnya.

Melalui Rembug Anak, Pemkab Banyuwangi berharap suara anak-anak tidak berhenti sebagai diskusi semata, tetapi menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan daerah. Sebab, anak-anak tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, melainkan juga mitra yang ikut memberi arah bagi masa depan Banyuwangi.

BACA JUGA:  Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Banyuwangi Sidak Layanan Publik, Soroti Keramahan Petugas dan Kebersihan Kantor

“Dan kami bangga dengan anak-anak tadi, mereka sangat antusias menyampaikan ide-idenya terkait lingkungan dan sampah yang memang menjadinisu global saat ini,” tutup Yayan.(hms)

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Menggali masukan dan aspirasi untuk penyusunan kebijakan daerah yang lebih ramah anak, Pemkab Banyuwangi menggelar kegiatan Rembug Anak di Kawasan wisata Pulau Santen pada Kamis (23/07/2026).

Forum ini menjadi ruang bagi generasi Z dan generasi Alpha untuk menyampaikan ide, kritik, hingga harapan mereka. Sebanyak 50 pelajar SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Banyuwangi, termasuk siswa sekolah luar biasa (SLB), mengikuti forum tersebut.

Berbagai usulan dan aspirasi menggalir dari puluhan anak-anak itu seperti “Kalau bisa ada Green Ranger yang mengajak warga peduli lingkungan.” “Edukasi soal sampah jangan cuma di sekolah, tapi juga sampai ke ibu-ibu PKK.” “Penebang pohon liar harus diberi sanksi tegas.”

Mengusung tema “Anak Beraksi, Lingkungan Lestari, Hak Anak Terpenuhi”, para peserta berdiskusi tentang berbagai isu lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, pengurangan plastik sekali pakai, penghijauan, pelestarian sumber daya air, hingga pentingnya pendidikan lingkungan sejak dini.

BACA JUGA:  Wakil Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi Minta Faskes Tingkatkan Pelayanan dan Jangan Tolak Pasien Karena Kategori Desil

Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo mengatakan, Rembug Anak yang rutin digelar setiap tahun merupakan komitmen pemkab untuk mendengar langsung suara anak-anak sebelum merumuskan berbagai kebijakan.

“Silakan sampaikan apa yang menjadi keinginan, harapan, maupun keresahan kalian. Semua masukan akan kami dengarkan, kami catat, dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan,” ujar Yayan, sapaan akrabnya.

Salah satu usulan datang dari Reyhan Iftitan Ramadhanu, pelajar SMA Muhammadiyah 2 Genteng. Bersama kelompoknya, ia mengusulkan pembentukan Green Ranger, yakni duta kebersihan yang melibatkan pelajar di sekolah sekaligus masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

“Kami mengusulkan Green Ranger untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan melalui sosialisasi dan aksi nyata,” kata Reyhan.

Sementara itu, Thalita Elok Safitri dari MAN 1 Banyuwangi menilai edukasi pengelolaan sampah perlu diperluas hingga menyasar kelompok PKK.

BACA JUGA:  Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Banyuwangi Gelar Aksi Bersih dan Pilah Sampah

“Kalau ibu-ibu PKK diberi pelatihan memilah dan mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomi, pasti mereka akan tertarik karena sekaligus bisa menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Menurut Thalita, kampanye lingkungan juga perlu memanfaatkan media sosial dan videotron agar lebih dekat dengan generasi muda dan menjangkau masyarakat luas. Ia juga mengusulkan adanya pemantauan hingga tingkat desa untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal.

Aspirasi lain disampaikan Hafis Maulana Akbar dari SMPN 4 Banyuwangi. Ia berharap pemerintah memberikan sanksi tegas terhadap pelaku penebangan pohon secara liar.

“Pohon sangat bermanfaat untuk menjaga kualitas udara, mencegah banjir, dan menyimpan cadangan air. Karena itu tidak boleh ada yang menebangnya sembarangan,” ujarnya.

Melalui Rembug Anak, Pemkab Banyuwangi berharap suara anak-anak tidak berhenti sebagai diskusi semata, tetapi menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan daerah. Sebab, anak-anak tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, melainkan juga mitra yang ikut memberi arah bagi masa depan Banyuwangi.

BACA JUGA:  Berlangsung Khidmat, Bupati Ipuk Fiestiandani Kukuhkan Anggota Paskibraka Banyuwangi 2024

“Dan kami bangga dengan anak-anak tadi, mereka sangat antusias menyampaikan ide-idenya terkait lingkungan dan sampah yang memang menjadinisu global saat ini,” tutup Yayan.(hms)

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini