BerandaKriminal dan HukumPengadilan Negeri Banyuwangi Memvonis Agus Sudirman 8 Bulan, Terbukti Bersalah Gunakan Akte...

Pengadilan Negeri Banyuwangi Memvonis Agus Sudirman 8 Bulan, Terbukti Bersalah Gunakan Akte Autentik Hibah yang Dipalsukan

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Pengadilan Negeri Banyuwangi senin 9 /9 2024 Mengelar Sidang Putusan dengan Nomor Perkara 323 /Pid.B /2024. Dalam persidangan ketua Majelis Hakim Dr. I Gede Yuliartha, SH. MH memvonis Agus Sudirman alias Sinwa (78) yang terbukti bersalah dengan menjatuhkan Hukuman 8 bulan Penjara mengunakan akta autentik Hibah yang di Palsukan sesuai Dakwaan penuntut umum Senin (9/9/2024).

Pengusaha di Banyuwangi ini dinyatakan bersalah karena menggunakan akta autentik hibah yang dipalsukan hingga sulfia mengalami kerugian sebesar Rp 15 miliyar

Meskipun demikian, vonis yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan jaksa yang semula meminta hukuman 1 tahun penjara. “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa yaitu pidana penjara selama 8 bulan dikurangi 1/5 masa tahanan kota. Terdakwa tetap ditahan,” lanjut Gede.

Menanggapi putusan tersebut, Eko Sutrisno S.H., kuasa hukum terdakwa, menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya dalam waktu 7 hari ke depan. “Apakah menerima putusan atau banding,” kata Eko dalam pesan WhatsApp nya.

BACA JUGA:  Beroperasi 2 Mei 2026, KA Sangkuriang Hubungkan Ketapang,Banyuwangi –Bandung Tanpa Transit dengan Layanan Nyaman dan Modern

Kasus ini bermula dari retaknya rumah tangga Agus dengan istri keduanya, Sulfia Irani. Pasangan tanpa anak yang menikah pada 15 Oktober 2003 dan resmi bercerai pada 22 April 2022 ini memiliki harta gono-gini berupa sejumlah aset tanah.

Konflik rumah tangga yang terjadi pada tahun 2017 mendorong Agus untuk menghibahkan aset-aset tersebut kepada empat anak kandungnya dari perkawinan sebelumnya tanpa persetujuan Sulfia.

Pengalihan kepemilikan harta gono-gini ini dilakukan melalui dugaan pemalsuan tanda tangan dalam akta-akta hibah nomor 16, 17, 364, 305, dan 304. Sulfia dengan tegas menyangkal keaslian tanda tangannya pada dokumen-dokumen tersebut.

Hasil pemeriksaan grafonomi kriminalistik dari laboratorium forensik Polda Jatim pun mengonfirmasi bahwa tanda tangan pada akta-akta hibah tersebut tidak identik dengan tanda tangan Sulfia.

Kesaksian PPAT Fanny Sulistyanto Setiabudi memperkuat dugaan pemalsuan ini. Fanny menyatakan bahwa baik Agus maupun Sulfia tidak hadir secara langsung saat penandatanganan akta-akta hibah. Ia juga mengaku tidak menyaksikan langsung proses penandatanganan, sehingga meragukan keasliannya.

BACA JUGA:  Wujud Nyata Pengelolaan Sampah Sirkular, TPS 3R Desa Balak Kecamatan Songgon Banyuwangi Kirim Perdana 20 Ton Produk RDF.

Dua saksi lainnya, Dimas dan Wahyudi, dalam persidangan mengungkapkan bahwa mereka hanya menyaksikan Agus menandatangani akta-akta hibah di rumahnya. Setelah itu, dokumen-dokumen tersebut dibawa Agus ke dalam rumah dan tak lama kemudian kembali dalam keadaan telah lengkap tertandatangani. (adw)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini