BerandaDaerahWujud Nyata Pengelolaan Sampah Sirkular, TPS 3R Desa Balak Kecamatan Songgon Banyuwangi...

Wujud Nyata Pengelolaan Sampah Sirkular, TPS 3R Desa Balak Kecamatan Songgon Banyuwangi Kirim Perdana 20 Ton Produk RDF.

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Tempat Pengelolaan Sampah Reduce,Reuse, Recycle (TPS 3R) Desa Balak Kecamatan Songgon atau biasa disebut pengelolaan sampah berkelanjutan mampu menunjukkan hasil nyata.melakukan pengiriman perdana 20 ton Refuse Derived Fuel (RDF), pada Rabu 22 Oktober 2025 pekan lalu ke sejumlah industri semen di Kabupaten Tuban.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Dwi Handayani menyampaikan bahwa kegiatan  tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi dan ekonomi sirkular di Kabupaten Banyuwangi.

RDF merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari olahan sampah non-organik yang memiliki nilai kalor tinggi.Melalui proses pencacahan, pengeringan, dan pemadatan, sampah yang semula tidak bernilai kini diubah menjadi energi baru yang ramah lingkungan.

“Pengolahan sampah menjadi RDF tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga menciptakan energi alternatif bagi industri. Ini bukti bahwa sampah dapat menjadi potensi ekonomi sekaligus solusi lingkungan,” ucap Dwi Handayani saat dikonfirmasi Kabar Rakyat, Senin (27/10/2025).

BACA JUGA:  Miliki Banyak Petani Muda, Wamen Pertanian Apresiasi Akselerasi Program Pertanian Banyuwangi

Pengiriman produk RDF ini bukan hanya dari TPS 3R Desa Balak Kecamatan Songgon, namun TPS 3R Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar sebelumnya juga telah mengirimkan produk RDF sebanyak 40 ton ke PT SBI Tuban.

Dwi Handayani menjelaskan,kegiatan pengelolaan sampah menjadi produk RDF merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), yang merupakan langkah strategis dalam mendukung program co-processing di industri semen.

” Hasil RDF dari Banyuwangi nantinya akan digunakan oleh pabrik-pabrik semen di Kabupaten Tuban sebagai bahan bakar pengganti batu bara, membantu mengurangi emisi karbon sekaligus menekan volume sampah yang masuk ke TPA, ” jeasnya

Melalui inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sejalan dengan visi “Banyuwangi Hijau dan Bersih dari Sampah.”

BACA JUGA:  Ratusan Dragster Jatim Adu Akselerasi di Kejurprov Drag Bike Banyuwangi 2025

Langkah ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga tentang energi, ekonomi, dan masa depan lingkungan yang lebih baik. Dan bersama masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak, Banyuwangi terus bertransformasi menuju kabupaten berdaya, mandiri, dan berwawasan lingkungan.

” Melalui program pegeloaan sampah berkelanjutan, Banyuwangi menegaskan diri sebagai daerah yang visioner dalam menghadapi tantangan lingkungan. Dari tumpukan sampah, kini muncul sumber energi baru yang menopang industri dan memberi harapan bagi masa depan bumi yang lebih hijau, ” pungkasnya.(red)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini