INDOSNAP – Babak 8 Besar Group NN Liga 4 Jawa Timur, laga antara Persewangi Banyuwangi melawan Sang Maestro berakhir imbang dengan skor 1-1.
Laga kedua tim ini sebenarnya berjalan dengan tensi tinggi dan cukup baik. Persewangi berhasil unggul lebih dulu melalui tendangan keras pemain depan M. Alfian Alfarid pada menit 19.
Gol ini berawal saat pemain Persewangi Fadel Muhammad berhasil merebut bola dari pemain Sang Maestro di tengah lapangan. Fadel kemudian berhasil membawa bola ke lini belakang Sang Maestro.
Kerja sama apik ditampilkan Fadel Muhammad dan Alfian Alfarid. Keduanya saling berbagi umpan pendek. Kerjasama tersebut diakhiri tendangan keras Alfian Alfarid ke sisi kanan penjaga gawang Sang Maestro. Persewangi unggul 1-0.
Sang Maestro berhasil menyamakan kedudukan pada menit 42. Gol balasan diciptakan Khoirur Rosyid Irvani dari tendangan beberapa meter dari kotak penalti. Tendangan terarah pemain nomor punggung 7 ini mendarat dengan baik di dalam gawang Persewangi yang dijaga Muhammada Zaki Ali Sapar.
Tensi permainan mulai naik sejak awal babak kedua. Kepemimpinan wasit dianggap lebih banyak menguntungkan Sang Maestro. Beberapa kali official Persewangi dan pemain Persewangi mengajukan protes atas keputusan wasit yang kontroversial.
Ditemui usai pertandingan, Pelatih Persewangi Alex Saununu mengatakan, sebenarnya pertandingan berjalan bagus. Namun dirusak dengan kepemimpinan wasit yang sangat mudah mengeluarkan kartu kuning pada anak asuhnya.
“Teman-teman lihat sendiri, Saya tidak bisa ngomong apa-apa lagi, Saya tidak bisa komentar, anda bisa lihat sendiri,” ucapnya.
Alex mengatakan, anak-anaknya sudah bermain maksimal. Apalagi beberapa pemain pilar Persewangi absen karena cidera.
Senada dengan Alex, Presiden Persewangi, Handoko mengaku bersyukur Persewangi bisa meraih satu poin. Setelah ini masih ada dua pertandingan tersisa di laga 8 besar. “Masih ada dua pertandingan, Saya optimis kita masuk semi final,” tegasnya.
Mengenai kepemimpinan wasit, Handoko menyebut semua bisa melihat dan mengomentari bagaimana kepemimpinan wasit pada pertandingan kali ini. Handoko masih belum bisa memastikan apakah akan mengirimkan surat protes ke PSSI atau tidak. Sebab setelah surat protes kepemimpinan wasit yang dilayangkan pada babak 16 besar lalu, menurutnya belum ada perbaikan dari sisi kepemimpinan wasit.
“Karena kita kemarin kita protes hasilnya juga belum ada perbaikan. Bahkan cenderung seperti yang kita lihat bersama,” tegasnya.(ydi)






