BerandaDaerahMenggelar Pertemuan dan Ziarah Kubur, Keluarga Besar Trah Aning Patih Napak Tilas...

Menggelar Pertemuan dan Ziarah Kubur, Keluarga Besar Trah Aning Patih Napak Tilas Perjuangan Leluhurnya di Kerajaan Blambangan

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP, BANYUWANGI – Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh Agama salah satunya Uztads Saed yang juga Guru ngaji Amir Ma’ruf Khan serta Kepala Desa Bangsring, Sutoyo,SH menggelar pertemuan Trah Aning Patih Selogiri pada Kamis (08/10/2026).

Ada kilas sejarah yang luhur yang disung mereka dalam pertemuan tersebut, yaitu kiprah Aning Patih Selogiri di Kerajaan Blambangan yang membawa mandat khusus untuk membantu Kerajaan Blambangan melanjutkan perjuangan kakeknya, Syeh Maulana Ishaq melakukan syiar agama Islam, mengingat Raden Paku atau Raden Joko Samudro masih keturunan Blambangan langsung dari Dewi Sekardadu yang merupakan cucu Bhre Wirabumi, putra dari Hayam wuruk Raja Majapahit,

Diceritakan bahwa kisah sisilah Pancer dari laki-laki sampai ketemu leluhur Khan, dan dari cabang jalur leluhur kerajaan Blambangan dan Majapahit berawal dari Pernikahan Syeh Maulana Ishaq dengan Raden Ayu liung Maroro atau Dewi sekardadu putri Bhre Pakembangan atau disebut dengan Menak Sembuyu cucu dari Bhre wirabhumi  dan cicit dari Hayam Wuruk.   Sedangkan Syekh Maulana Ishaq bin Syekh Jamaluddin Akbar-Al-Husaini – bin Ahmad Syah Jalaludin – bin Abdullah Azmatkhan – bin Abdul malik Azmatkhan.

Dalam pertemuan yang cukup khimat ini juga mengingatkan dan mengenang amanat leluhur yang di sampaikan melalui garis keturunannya secara terun-menurun di lokasi Selogiri yang terdapat dua makam leluhur yakni Syeh maulana Ahmad atau Aning patih dan putranya Syekh Maulana Hening, yang posisinya berada di atas Bukit Watu Dodol.

BACA JUGA:  Ratusan Pelajar Banyuwangi Meriahkan Lomba Baris Berbaris

Dan ada juga dua makam petilasan Syekh Maulana Ishaq dan Haji Muhammad Muji bin Rahmat Agung bin Ali Akbar bin Abdullah bin Syekh Maulana Yasin bin Syekh Maulana Hening bin Syekh Maulana Ahmad bin Raden Paku atau Raden Joko Samudro bin Syeh Maulana Ishaq

Ustadz Sued juga menceritakan perjuangan leluhur melalui perjalanan laut untuk menunaikan ibadah haji yang kala itu hanya bisa di lalui melalui perjalanan laut,

Cerita ini juga pernah disampaikan oleh Bapak Safi’i dan Mbah Empran alias Haji Hamid – bin Imbaran Aji – bin Haji Mahmud Emran – bin Haji Ahmad Safi’i – bin Haji Muhammad – bin Haji Muin Giri bin Haji Muhammad Muji yang menjelaskan soal perjuangan leluhurnya untuk memperluas ajaran Agama Islam di wilayah tanah kerajaan Blambangan yang saat itu leluhurnya juga mendapat tanah Perdikan Selogiri se wilayah Kerajaan Blambangan,

Kerajaan Blambangan waktu itu  luas wilayahnya mulai dari  Malang, Porong hingga Sidoarjo , utara laut selat Madura , selatan laut selatan timur laut dan Pulau Bali.

Menurut Sejarah yang ada wilayah tersebut diperoleh setelah selesainya Perang Paregreg pada tahun 1406 yakni perang saudara antara Bhre Wirabhumi Raja Blambangan putra kandung Hayam Wuruk dengan Wikramardhana Raja Majapahit Menantu Hayam Wuruk.

BACA JUGA:  Lapas Banyuwangi Menggelar Survei Minat Menu Makanan untuk Penuhi Kebutuhan Gizi Warga Binaan

Wilayah yang direbutkan kala itu  daerah Malang, Porong, Sidoarjo karena Bhre Wirabhumi merasa anak kandung. Sedangkan Wikramardhana menantu yang akhirnya terjadilah perang saudara yang di namai perang paregreg.

Dalam peperangan tersebut, Bhre Wirabhumi terbunuh, untuk menghindari peperangan yang berkepanjangan, akhirnya Wikramardhana sebagai Raja Majapahit mengangkat Bhre Pakembangan atau Menak Sembuyu putra Bhre Wirabhumi wilayah yang menjadi rebutan. Dan Menak Sembuyu akhirnya menjadi raja Blambangan yang pusat kerajaannya berlokasi di Desa Tembokrejo,Kecamatan Muncar dengan luas wilayah hingga Malang, Porong dan  Sidoarjo ke timur

Dalam pertemuan Trah Aning Patih, juga diceritakan soal kerajaan Blambangan yang di landa penyakit pageblug yakni penyakit menular yang akhirnya menimpah Dewi Sekardadu. Dan seluruh tabib dan dukun tidak mampu menyembuhkannya sehingga Menak Sembuyu melakukan sayemmbara siapa saja yang bisa menyembuhkan putrinya, kalau laki-laki akan di nikahkan dengan putrinya dan diberikan sebagian wilayahnya dan jika perempuan akan di angkat sebagai putrinya.

Dalam perjalanan waktu Syekh Maulana Ishaq dengan kuasa Allah SWT dapat menyembuhkan dan akhirnya raja Blambangan menepati titahnya atau janjinya dengan menikahkan Dewi Sekardadu dengan syekh maulana ishaq dan diberikan Tanah selogiri se wilayah Blambangan,.

BACA JUGA:  Memasuki Musim Tanam, Petani Banyuwangi Gelar Tradisi Bubak Bumi

Alasan dan kewajaran Syekh Maulana Ishaq diberi tanah Selogiri se wilayah Blambangan karena Menak Sembuyu tidak mempunyai anak lagi selain Dewi Sekardadu artinya Dewi Sekardadu tidak mempunyai saudara kandung,

Dan alasan kewajaran Wikramardhana raja Majapahit memberikan wilayahnya yang menjadi sengketa perang paregreg kepada Menak Sembuyu agar tidak terulang perang saudara. Dan saudara kandung Menak Sembuyu yang bernama Dyah Daha dinikahi yang akhirnya mempunyai anak yang bernama Kenconowungu.  Dalam hal ini Dewi Sekardadu dengan Kenconowungu masih satu mbah atau sepupu.

Menak sembuyu setelah tutup usia karena tua kerajaan Blambangan di lanjutkan oleh Menak Sembar atau Mas Sembar,

Syeh Maulana Ishaq bin syekh Jamaluddin akbar Al-Husaini mempunyai saudara kandung yang bernama Syekh Ibrahim Asmarakandi atau Ibrahim Zainuddin Al-akbar yang mempunyai anak namanya Raden Rahmat atau Sunan Ampel.

Dalam pertemuan Trah Aning Patih tersebut selain mengenang perjuangan para luluhur juga menggirimkan doa kepada para leluhur yang di pimpin langsung oleh Ustaz Saed .Turut hadir dalam pertemuan dan  ziarah kubur ini puluhan Ahli waris Trah Anang Patih.(Amr)

- Advertisement -spot_img
spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP, BANYUWANGI – Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh Agama salah satunya Uztads Saed yang juga Guru ngaji Amir Ma’ruf Khan serta Kepala Desa Bangsring, Sutoyo,SH menggelar pertemuan Trah Aning Patih Selogiri pada Kamis (08/10/2026).

Ada kilas sejarah yang luhur yang disung mereka dalam pertemuan tersebut, yaitu kiprah Aning Patih Selogiri di Kerajaan Blambangan yang membawa mandat khusus untuk membantu Kerajaan Blambangan melanjutkan perjuangan kakeknya, Syeh Maulana Ishaq melakukan syiar agama Islam, mengingat Raden Paku atau Raden Joko Samudro masih keturunan Blambangan langsung dari Dewi Sekardadu yang merupakan cucu Bhre Wirabumi, putra dari Hayam wuruk Raja Majapahit,

Diceritakan bahwa kisah sisilah Pancer dari laki-laki sampai ketemu leluhur Khan, dan dari cabang jalur leluhur kerajaan Blambangan dan Majapahit berawal dari Pernikahan Syeh Maulana Ishaq dengan Raden Ayu liung Maroro atau Dewi sekardadu putri Bhre Pakembangan atau disebut dengan Menak Sembuyu cucu dari Bhre wirabhumi  dan cicit dari Hayam Wuruk.   Sedangkan Syekh Maulana Ishaq bin Syekh Jamaluddin Akbar-Al-Husaini – bin Ahmad Syah Jalaludin – bin Abdullah Azmatkhan – bin Abdul malik Azmatkhan.

Dalam pertemuan yang cukup khimat ini juga mengingatkan dan mengenang amanat leluhur yang di sampaikan melalui garis keturunannya secara terun-menurun di lokasi Selogiri yang terdapat dua makam leluhur yakni Syeh maulana Ahmad atau Aning patih dan putranya Syekh Maulana Hening, yang posisinya berada di atas Bukit Watu Dodol.

BACA JUGA:  Lapas Banyuwangi Menggelar Survei Minat Menu Makanan untuk Penuhi Kebutuhan Gizi Warga Binaan

Dan ada juga dua makam petilasan Syekh Maulana Ishaq dan Haji Muhammad Muji bin Rahmat Agung bin Ali Akbar bin Abdullah bin Syekh Maulana Yasin bin Syekh Maulana Hening bin Syekh Maulana Ahmad bin Raden Paku atau Raden Joko Samudro bin Syeh Maulana Ishaq

Ustadz Sued juga menceritakan perjuangan leluhur melalui perjalanan laut untuk menunaikan ibadah haji yang kala itu hanya bisa di lalui melalui perjalanan laut,

Cerita ini juga pernah disampaikan oleh Bapak Safi’i dan Mbah Empran alias Haji Hamid – bin Imbaran Aji – bin Haji Mahmud Emran – bin Haji Ahmad Safi’i – bin Haji Muhammad – bin Haji Muin Giri bin Haji Muhammad Muji yang menjelaskan soal perjuangan leluhurnya untuk memperluas ajaran Agama Islam di wilayah tanah kerajaan Blambangan yang saat itu leluhurnya juga mendapat tanah Perdikan Selogiri se wilayah Kerajaan Blambangan,

Kerajaan Blambangan waktu itu  luas wilayahnya mulai dari  Malang, Porong hingga Sidoarjo , utara laut selat Madura , selatan laut selatan timur laut dan Pulau Bali.

Menurut Sejarah yang ada wilayah tersebut diperoleh setelah selesainya Perang Paregreg pada tahun 1406 yakni perang saudara antara Bhre Wirabhumi Raja Blambangan putra kandung Hayam Wuruk dengan Wikramardhana Raja Majapahit Menantu Hayam Wuruk.

BACA JUGA:  HUT ke-81, PMI Banyuwangi Gelar Beragam Aksi Sosial Mulai Droping Air Bersih Hingga Operasi Katarak

Wilayah yang direbutkan kala itu  daerah Malang, Porong, Sidoarjo karena Bhre Wirabhumi merasa anak kandung. Sedangkan Wikramardhana menantu yang akhirnya terjadilah perang saudara yang di namai perang paregreg.

Dalam peperangan tersebut, Bhre Wirabhumi terbunuh, untuk menghindari peperangan yang berkepanjangan, akhirnya Wikramardhana sebagai Raja Majapahit mengangkat Bhre Pakembangan atau Menak Sembuyu putra Bhre Wirabhumi wilayah yang menjadi rebutan. Dan Menak Sembuyu akhirnya menjadi raja Blambangan yang pusat kerajaannya berlokasi di Desa Tembokrejo,Kecamatan Muncar dengan luas wilayah hingga Malang, Porong dan  Sidoarjo ke timur

Dalam pertemuan Trah Aning Patih, juga diceritakan soal kerajaan Blambangan yang di landa penyakit pageblug yakni penyakit menular yang akhirnya menimpah Dewi Sekardadu. Dan seluruh tabib dan dukun tidak mampu menyembuhkannya sehingga Menak Sembuyu melakukan sayemmbara siapa saja yang bisa menyembuhkan putrinya, kalau laki-laki akan di nikahkan dengan putrinya dan diberikan sebagian wilayahnya dan jika perempuan akan di angkat sebagai putrinya.

Dalam perjalanan waktu Syekh Maulana Ishaq dengan kuasa Allah SWT dapat menyembuhkan dan akhirnya raja Blambangan menepati titahnya atau janjinya dengan menikahkan Dewi Sekardadu dengan syekh maulana ishaq dan diberikan Tanah selogiri se wilayah Blambangan,.

BACA JUGA:  Ratusan Pelajar Banyuwangi Meriahkan Lomba Baris Berbaris

Alasan dan kewajaran Syekh Maulana Ishaq diberi tanah Selogiri se wilayah Blambangan karena Menak Sembuyu tidak mempunyai anak lagi selain Dewi Sekardadu artinya Dewi Sekardadu tidak mempunyai saudara kandung,

Dan alasan kewajaran Wikramardhana raja Majapahit memberikan wilayahnya yang menjadi sengketa perang paregreg kepada Menak Sembuyu agar tidak terulang perang saudara. Dan saudara kandung Menak Sembuyu yang bernama Dyah Daha dinikahi yang akhirnya mempunyai anak yang bernama Kenconowungu.  Dalam hal ini Dewi Sekardadu dengan Kenconowungu masih satu mbah atau sepupu.

Menak sembuyu setelah tutup usia karena tua kerajaan Blambangan di lanjutkan oleh Menak Sembar atau Mas Sembar,

Syeh Maulana Ishaq bin syekh Jamaluddin akbar Al-Husaini mempunyai saudara kandung yang bernama Syekh Ibrahim Asmarakandi atau Ibrahim Zainuddin Al-akbar yang mempunyai anak namanya Raden Rahmat atau Sunan Ampel.

Dalam pertemuan Trah Aning Patih tersebut selain mengenang perjuangan para luluhur juga menggirimkan doa kepada para leluhur yang di pimpin langsung oleh Ustaz Saed .Turut hadir dalam pertemuan dan  ziarah kubur ini puluhan Ahli waris Trah Anang Patih.(Amr)

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP, BANYUWANGI – Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh Agama salah satunya Uztads Saed yang juga Guru ngaji Amir Ma’ruf Khan serta Kepala Desa Bangsring, Sutoyo,SH menggelar pertemuan Trah Aning Patih Selogiri pada Kamis (08/10/2026).

Ada kilas sejarah yang luhur yang disung mereka dalam pertemuan tersebut, yaitu kiprah Aning Patih Selogiri di Kerajaan Blambangan yang membawa mandat khusus untuk membantu Kerajaan Blambangan melanjutkan perjuangan kakeknya, Syeh Maulana Ishaq melakukan syiar agama Islam, mengingat Raden Paku atau Raden Joko Samudro masih keturunan Blambangan langsung dari Dewi Sekardadu yang merupakan cucu Bhre Wirabumi, putra dari Hayam wuruk Raja Majapahit,

Diceritakan bahwa kisah sisilah Pancer dari laki-laki sampai ketemu leluhur Khan, dan dari cabang jalur leluhur kerajaan Blambangan dan Majapahit berawal dari Pernikahan Syeh Maulana Ishaq dengan Raden Ayu liung Maroro atau Dewi sekardadu putri Bhre Pakembangan atau disebut dengan Menak Sembuyu cucu dari Bhre wirabhumi  dan cicit dari Hayam Wuruk.   Sedangkan Syekh Maulana Ishaq bin Syekh Jamaluddin Akbar-Al-Husaini – bin Ahmad Syah Jalaludin – bin Abdullah Azmatkhan – bin Abdul malik Azmatkhan.

Dalam pertemuan yang cukup khimat ini juga mengingatkan dan mengenang amanat leluhur yang di sampaikan melalui garis keturunannya secara terun-menurun di lokasi Selogiri yang terdapat dua makam leluhur yakni Syeh maulana Ahmad atau Aning patih dan putranya Syekh Maulana Hening, yang posisinya berada di atas Bukit Watu Dodol.

BACA JUGA:  Perkuat Kerukunan, PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Sarasehan Peran Parpol dalam Membingkai Keberagaman Beragama

Dan ada juga dua makam petilasan Syekh Maulana Ishaq dan Haji Muhammad Muji bin Rahmat Agung bin Ali Akbar bin Abdullah bin Syekh Maulana Yasin bin Syekh Maulana Hening bin Syekh Maulana Ahmad bin Raden Paku atau Raden Joko Samudro bin Syeh Maulana Ishaq

Ustadz Sued juga menceritakan perjuangan leluhur melalui perjalanan laut untuk menunaikan ibadah haji yang kala itu hanya bisa di lalui melalui perjalanan laut,

Cerita ini juga pernah disampaikan oleh Bapak Safi’i dan Mbah Empran alias Haji Hamid – bin Imbaran Aji – bin Haji Mahmud Emran – bin Haji Ahmad Safi’i – bin Haji Muhammad – bin Haji Muin Giri bin Haji Muhammad Muji yang menjelaskan soal perjuangan leluhurnya untuk memperluas ajaran Agama Islam di wilayah tanah kerajaan Blambangan yang saat itu leluhurnya juga mendapat tanah Perdikan Selogiri se wilayah Kerajaan Blambangan,

Kerajaan Blambangan waktu itu  luas wilayahnya mulai dari  Malang, Porong hingga Sidoarjo , utara laut selat Madura , selatan laut selatan timur laut dan Pulau Bali.

Menurut Sejarah yang ada wilayah tersebut diperoleh setelah selesainya Perang Paregreg pada tahun 1406 yakni perang saudara antara Bhre Wirabhumi Raja Blambangan putra kandung Hayam Wuruk dengan Wikramardhana Raja Majapahit Menantu Hayam Wuruk.

BACA JUGA:  Momen Hari Penyandang Disbilitas , KAI Daop 9 Jember Hadirkan Transportasi Kereta Api Yang Inklusif dan Ramah Disabilitas

Wilayah yang direbutkan kala itu  daerah Malang, Porong, Sidoarjo karena Bhre Wirabhumi merasa anak kandung. Sedangkan Wikramardhana menantu yang akhirnya terjadilah perang saudara yang di namai perang paregreg.

Dalam peperangan tersebut, Bhre Wirabhumi terbunuh, untuk menghindari peperangan yang berkepanjangan, akhirnya Wikramardhana sebagai Raja Majapahit mengangkat Bhre Pakembangan atau Menak Sembuyu putra Bhre Wirabhumi wilayah yang menjadi rebutan. Dan Menak Sembuyu akhirnya menjadi raja Blambangan yang pusat kerajaannya berlokasi di Desa Tembokrejo,Kecamatan Muncar dengan luas wilayah hingga Malang, Porong dan  Sidoarjo ke timur

Dalam pertemuan Trah Aning Patih, juga diceritakan soal kerajaan Blambangan yang di landa penyakit pageblug yakni penyakit menular yang akhirnya menimpah Dewi Sekardadu. Dan seluruh tabib dan dukun tidak mampu menyembuhkannya sehingga Menak Sembuyu melakukan sayemmbara siapa saja yang bisa menyembuhkan putrinya, kalau laki-laki akan di nikahkan dengan putrinya dan diberikan sebagian wilayahnya dan jika perempuan akan di angkat sebagai putrinya.

Dalam perjalanan waktu Syekh Maulana Ishaq dengan kuasa Allah SWT dapat menyembuhkan dan akhirnya raja Blambangan menepati titahnya atau janjinya dengan menikahkan Dewi Sekardadu dengan syekh maulana ishaq dan diberikan Tanah selogiri se wilayah Blambangan,.

BACA JUGA:  Kebijakan Efisiensi Anggaran Pemerintah Mulai Berimbas pada Industri Perhotelan di Banyuwangi

Alasan dan kewajaran Syekh Maulana Ishaq diberi tanah Selogiri se wilayah Blambangan karena Menak Sembuyu tidak mempunyai anak lagi selain Dewi Sekardadu artinya Dewi Sekardadu tidak mempunyai saudara kandung,

Dan alasan kewajaran Wikramardhana raja Majapahit memberikan wilayahnya yang menjadi sengketa perang paregreg kepada Menak Sembuyu agar tidak terulang perang saudara. Dan saudara kandung Menak Sembuyu yang bernama Dyah Daha dinikahi yang akhirnya mempunyai anak yang bernama Kenconowungu.  Dalam hal ini Dewi Sekardadu dengan Kenconowungu masih satu mbah atau sepupu.

Menak sembuyu setelah tutup usia karena tua kerajaan Blambangan di lanjutkan oleh Menak Sembar atau Mas Sembar,

Syeh Maulana Ishaq bin syekh Jamaluddin akbar Al-Husaini mempunyai saudara kandung yang bernama Syekh Ibrahim Asmarakandi atau Ibrahim Zainuddin Al-akbar yang mempunyai anak namanya Raden Rahmat atau Sunan Ampel.

Dalam pertemuan Trah Aning Patih tersebut selain mengenang perjuangan para luluhur juga menggirimkan doa kepada para leluhur yang di pimpin langsung oleh Ustaz Saed .Turut hadir dalam pertemuan dan  ziarah kubur ini puluhan Ahli waris Trah Anang Patih.(Amr)

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini