INDOSNAP – Pemkab Banyuwangi berencana memindahkan kembali pedagang pasar sementara di Gedung Wanita ke Gedung Pasar Banyuwangi yang baru pada bulan Oktober 2026 mendatang.
Pemerintah daerah melalui SKPD terkait saat ini masih melengkapi sejumlah fasilitas pendukung serta melakukan sosialisasi sebelum aktifitas operasional dibuka secara umum dengan 560 pedagang lama yang menjadi prioritas utama.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, M. Yanuarto Bramuda, mengatakan secara operasional Pasar Banyuwangi telah diserahkan Kementerian Pekerjaan Umum kepada Pemkab Banyuwangi pada Juli 2026 lalu. Saat ini, sosialisasi dan proses penempatan pedagang terus dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi.
“Target kita sih Oktober, ini kan kurang beberapa hal kecil, gate parkir yang kurang, tetapi sosialisasi di teman-teman pasar, di internal sudah dilakukan Diskop secara simultan,” jelasnya, Senin (14/09/2026).
Bramuda menyebut, sebanyak 560 pedagang prioritas 1 telah menjalani verifikasi dan validasi (verval) serta mendapatkan tempat melalui pengundian lapak. Pedagang prioritas 1 merupakan pedagang lama yang masih aktif dan memiliki izin.
Pasar Banyuwangi pascarevitalisasi memiliki 717 lapak. Dengan 560 lapak telah terisi, masih tersisa 157 lapak yang akan diproses melalui verval lebih lanjut. “Yang prioritas itu sudah kita barpal 560, jadi sisa lapak itu 157. Nah itulah yang nanti kita verval lebih ketat lagi karena harapan kita semua harusnya semua itu masuk,” ujarnya.
Proses verval dibagi menjadi dua tahap. Pedagang yang belum terakomodasi pada verval tahap awal akan mengikuti verval tahap kedua yang berlangsung hingga 15 September 2026. “Jadi, diharapkan semua pedagang yang lama sudah terakomodasi semua. Jangan sampai yang betul-betul sudah terdata ataupun yang sesuai dengan data yang lama itu tidak terakomodir,” katanya.
Selain penempatan pedagang, Pemkab Banyuwangi masih menindaklanjuti usulan penambahan fasad baru dari pedagang yang sebelumnya menempati bagian luar pasar. Persiapan pengamanan toko-toko emas juga masih dilakukan agar seluruh fasilitas siap saat pasar dibuka.
“Nah ini kan menunggu itu juga, jadi di samping infrastruktur yang disiapkan oleh Pemda, infrastruktur yang disiapkan oleh personal ini yang juga kita tunggu penyelesaiannya,” jelas Bramuda.
Bramuda mengimbau pedagang yang memiliki keluhan atau kebutuhan terkait penempatan lapak agar berkomunikasi langsung dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi. “Jangan melalui perantara atau pihak-pihak yang menawarkan sesuatu, lalu nanti di belakang ada janji-janji. Nah ini saya pesan di sini, langsung ke Dinas Kooperasi, insyaAllah akan dilayani,” ujarnya.(ydi)







