BerandaDaerahPunya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan...

Punya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan Pertanian

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Dimulai dari Kabupaten Banyuwangi yang memiliki potensi besar sektor peternakan dan pertanian. PT KAI Logistik yang merupakan anak Perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka layanan baru pengiriman hewan ternak utamanya sapi dan hasil pertanian menggunakan kereta api.

Layanan tersebut akan beroperasi pada akhir September 2026. Ada dua stasiun yang menjadi titik muat barang, yakni stasiun Argopuro di Kecamatan Kalipuro dan stasiun Kalisetail di Kecamatan Sempu Banyuwangi menuju Jakarta.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menyambut positif layanan baru ini. Menurutnya layanan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian dan peternakan.

“PT KAI Logistik telah datang ke Banyuwangi untuk membahas layanan ini. Dengan layanan ini semakin membuka peluang komoditas pertanian dan peternakan Banyuwangi,  menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Ipuk, Sabtu (12/11/2026).

BACA JUGA:  BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Triwulan II 2025 Lampaui Jatim dan Nasional

Ipuk mengatakan dengan pengiriman ternak dan hasil pertanian menggunakan kereta api, akan lebih cepat dan tepat waktu dibandingkan menggunakan moda transportasi darat lainnya.

“Dengan kereta api jarak tempuh akan lebih cepat dan tepat waktu. Tentu ini memudahkan para peternak dan petani di Banyuwangi untuk pengiriman ternak dan hasil pertanian mereka,” kata Ipuk.

Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, mengatakan layanan angkutan ternak dan pertanian menggunakan kereta api, pernah eksis pada era 1960-an hingga awal 2000-an, namun sempat berhenti.

Saat ini, KAI Logistik berupaya menghidupkan kembali angkutan tersebut untuk memperlancar pengiriman ternak dan hasil pertanian, dari daerah penghasil menuju pusat permintaan.

“Kami rencanakan akhir September ini dimulai. Untuk angkutan perdana, kami akan melakukan perjalanan kereta apinya dari Banyuwangi sebagai titik awal pemuatan dan titik awal keberangkatan. Nanti tujuan akhirnya di Jakarta Gudang,” kata Broer.

BACA JUGA:  Prioritas Presiden Prabowo, Banyuwangi Masuk dalam Program PLTS 100 Gigawatt

“Kami pilih Banyuwangi karena potensinya memang besar. Komoditasnya beragam, populasi sapinya juga banyak,” imbuhnya.

Menurutnya, layanan ini menawarkan efisiensi waktu dengan estimasi pengiriman maksimal 26 jam. Waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan moda darat lainnya yang sering kali dihadapkan pada dinamika kondisi jalan yang beragam.

“Dengan begitu jaminan ternak bisa sampai tepat waktu lebih tinggi. Sapi juga lebih minim stres karena tidak terlalu lama di kendaraan. Biayanya juga sangat kompetitif,” ujarnya.

Layanan akan menggunakan gerbong khusus hasil modifikasi kontainer yang telah disesuaikan untuk pengangkutan dalam jumlah besar.

“Kami rencanakan ada 20 gerbong sekali berangkat, yang semuanya berisikan sapi dan hasil pertanian. Seperti buah, sayur, cabe, dan sebagainya,” kata dia.

Dalam layanan ini, KAI Logistik menggandeng PT Bogantara Indo Transport (Bogantara) sebagai mitra kerjanya.

BACA JUGA:  Ijen Geopark Run 2026 Dimulai, 839 Pelari Berbagi Daerah Susuri Pesona Alam Gunung Ijen

Bogantara inilah yang bertugas sebagai pelaksana teknis di lapangan mulai proses pengumpulan dan penjemputan komoditas dari pelanggan, packing, loading gerbong, hingga pengantaran menuju konsumen.(hms)

- Advertisement -spot_img
spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Dimulai dari Kabupaten Banyuwangi yang memiliki potensi besar sektor peternakan dan pertanian. PT KAI Logistik yang merupakan anak Perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka layanan baru pengiriman hewan ternak utamanya sapi dan hasil pertanian menggunakan kereta api.

Layanan tersebut akan beroperasi pada akhir September 2026. Ada dua stasiun yang menjadi titik muat barang, yakni stasiun Argopuro di Kecamatan Kalipuro dan stasiun Kalisetail di Kecamatan Sempu Banyuwangi menuju Jakarta.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menyambut positif layanan baru ini. Menurutnya layanan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian dan peternakan.

“PT KAI Logistik telah datang ke Banyuwangi untuk membahas layanan ini. Dengan layanan ini semakin membuka peluang komoditas pertanian dan peternakan Banyuwangi,  menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Ipuk, Sabtu (12/11/2026).

BACA JUGA:  Ijen Geopark Run 2026 Dimulai, 839 Pelari Berbagi Daerah Susuri Pesona Alam Gunung Ijen

Ipuk mengatakan dengan pengiriman ternak dan hasil pertanian menggunakan kereta api, akan lebih cepat dan tepat waktu dibandingkan menggunakan moda transportasi darat lainnya.

“Dengan kereta api jarak tempuh akan lebih cepat dan tepat waktu. Tentu ini memudahkan para peternak dan petani di Banyuwangi untuk pengiriman ternak dan hasil pertanian mereka,” kata Ipuk.

Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, mengatakan layanan angkutan ternak dan pertanian menggunakan kereta api, pernah eksis pada era 1960-an hingga awal 2000-an, namun sempat berhenti.

Saat ini, KAI Logistik berupaya menghidupkan kembali angkutan tersebut untuk memperlancar pengiriman ternak dan hasil pertanian, dari daerah penghasil menuju pusat permintaan.

“Kami rencanakan akhir September ini dimulai. Untuk angkutan perdana, kami akan melakukan perjalanan kereta apinya dari Banyuwangi sebagai titik awal pemuatan dan titik awal keberangkatan. Nanti tujuan akhirnya di Jakarta Gudang,” kata Broer.

BACA JUGA:  Dukung Ketahanan Pangan, 23 Kelompok Tani Banyuwangi Terima Bantuan Alsintan

“Kami pilih Banyuwangi karena potensinya memang besar. Komoditasnya beragam, populasi sapinya juga banyak,” imbuhnya.

Menurutnya, layanan ini menawarkan efisiensi waktu dengan estimasi pengiriman maksimal 26 jam. Waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan moda darat lainnya yang sering kali dihadapkan pada dinamika kondisi jalan yang beragam.

“Dengan begitu jaminan ternak bisa sampai tepat waktu lebih tinggi. Sapi juga lebih minim stres karena tidak terlalu lama di kendaraan. Biayanya juga sangat kompetitif,” ujarnya.

Layanan akan menggunakan gerbong khusus hasil modifikasi kontainer yang telah disesuaikan untuk pengangkutan dalam jumlah besar.

“Kami rencanakan ada 20 gerbong sekali berangkat, yang semuanya berisikan sapi dan hasil pertanian. Seperti buah, sayur, cabe, dan sebagainya,” kata dia.

Dalam layanan ini, KAI Logistik menggandeng PT Bogantara Indo Transport (Bogantara) sebagai mitra kerjanya.

BACA JUGA:  MUI Banyuwangi Apresiasi Kinerja Bupati Ipuk, Kiai Muhaimin: Maslahah Bagi Umat

Bogantara inilah yang bertugas sebagai pelaksana teknis di lapangan mulai proses pengumpulan dan penjemputan komoditas dari pelanggan, packing, loading gerbong, hingga pengantaran menuju konsumen.(hms)

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Dimulai dari Kabupaten Banyuwangi yang memiliki potensi besar sektor peternakan dan pertanian. PT KAI Logistik yang merupakan anak Perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka layanan baru pengiriman hewan ternak utamanya sapi dan hasil pertanian menggunakan kereta api.

Layanan tersebut akan beroperasi pada akhir September 2026. Ada dua stasiun yang menjadi titik muat barang, yakni stasiun Argopuro di Kecamatan Kalipuro dan stasiun Kalisetail di Kecamatan Sempu Banyuwangi menuju Jakarta.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menyambut positif layanan baru ini. Menurutnya layanan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian dan peternakan.

“PT KAI Logistik telah datang ke Banyuwangi untuk membahas layanan ini. Dengan layanan ini semakin membuka peluang komoditas pertanian dan peternakan Banyuwangi,  menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Ipuk, Sabtu (12/11/2026).

BACA JUGA:  MUI Banyuwangi Apresiasi Kinerja Bupati Ipuk, Kiai Muhaimin: Maslahah Bagi Umat

Ipuk mengatakan dengan pengiriman ternak dan hasil pertanian menggunakan kereta api, akan lebih cepat dan tepat waktu dibandingkan menggunakan moda transportasi darat lainnya.

“Dengan kereta api jarak tempuh akan lebih cepat dan tepat waktu. Tentu ini memudahkan para peternak dan petani di Banyuwangi untuk pengiriman ternak dan hasil pertanian mereka,” kata Ipuk.

Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal, mengatakan layanan angkutan ternak dan pertanian menggunakan kereta api, pernah eksis pada era 1960-an hingga awal 2000-an, namun sempat berhenti.

Saat ini, KAI Logistik berupaya menghidupkan kembali angkutan tersebut untuk memperlancar pengiriman ternak dan hasil pertanian, dari daerah penghasil menuju pusat permintaan.

“Kami rencanakan akhir September ini dimulai. Untuk angkutan perdana, kami akan melakukan perjalanan kereta apinya dari Banyuwangi sebagai titik awal pemuatan dan titik awal keberangkatan. Nanti tujuan akhirnya di Jakarta Gudang,” kata Broer.

BACA JUGA:  Pertama di Indonesia, Kemenko Pangan dan Pemkab Banyuwangi Bentuk Tim Tata Kelola Udang Berkelanjutan

“Kami pilih Banyuwangi karena potensinya memang besar. Komoditasnya beragam, populasi sapinya juga banyak,” imbuhnya.

Menurutnya, layanan ini menawarkan efisiensi waktu dengan estimasi pengiriman maksimal 26 jam. Waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan moda darat lainnya yang sering kali dihadapkan pada dinamika kondisi jalan yang beragam.

“Dengan begitu jaminan ternak bisa sampai tepat waktu lebih tinggi. Sapi juga lebih minim stres karena tidak terlalu lama di kendaraan. Biayanya juga sangat kompetitif,” ujarnya.

Layanan akan menggunakan gerbong khusus hasil modifikasi kontainer yang telah disesuaikan untuk pengangkutan dalam jumlah besar.

“Kami rencanakan ada 20 gerbong sekali berangkat, yang semuanya berisikan sapi dan hasil pertanian. Seperti buah, sayur, cabe, dan sebagainya,” kata dia.

Dalam layanan ini, KAI Logistik menggandeng PT Bogantara Indo Transport (Bogantara) sebagai mitra kerjanya.

BACA JUGA:  Prioritas Presiden Prabowo, Banyuwangi Masuk dalam Program PLTS 100 Gigawatt

Bogantara inilah yang bertugas sebagai pelaksana teknis di lapangan mulai proses pengumpulan dan penjemputan komoditas dari pelanggan, packing, loading gerbong, hingga pengantaran menuju konsumen.(hms)

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini