INDOSNAP – Kanker leher rahim (serviks) masih menjadi ancaman kesehatan bagi perempuan di Indonesia. Padahal, risiko kanker serviks dapat ditekan melalui deteksi dini, salah satunya dengan pemeriksaan Pap Smear.
Pemeriksaan Pap Smear menjadi salah satu layanan deteksi dini kanker serviks yang dapat dijamin Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, menjelaskan bahwa penjaminan layanan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya deteksi dini kanker serviks agar peserta dapat melakukan pemeriksaan tanpa biaya tambahan sesuai ketentuan JKN.
“Peserta perlu memastikan kepesertaan JKN aktif dan memulai pemeriksaan melalui FKTP tempatnya terdaftar. Setelah melakukan Skrining Riwayat Kesehatan (SRK), peserta yang teridentifikasi berisiko kanker leher rahim dan memenuhi persyaratan lainnya dapat memperoleh pemeriksaan Pap Smear,” jelas Masrur saat ditemui Kamis (29/10).
Sesuai ketentuan penjaminan, layanan ini diperuntukkan bagi perempuan berusia minimal 15 tahun yang memiliki risiko kanker leher rahim berdasarkan hasil skrining, belum terdiagnosis kanker leher rahim, serta belum menjalani pemeriksaan sejenis pada tahun berjalan maupun melalui program pemerintah pusat atau daerah.
Salah satu FKTP yang aktif mendorong pemanfaatan layanan ini adalah Klinik Brawijaya. Koordinator Layanan Klinik Brawijaya, Umi Lailatul Farida, menyampaikan bahwa pemeriksaan Pap Smear telah tersedia sejak 2018 melalui kerja sama dengan Laboratorium Medis Brawijaya.
“Untuk meningkatkan pemanfaatan layanan Pap Smear, kami mulai mengadakan gebyar Pap Smear pada 2025 melalui edukasi, sosialisasi, senam bersama, dan pemeriksaan kesehatan. Upaya ini turut mendorong peningkatan pemanfaatan layanan, dengan hampir 100 peserta menjalani pemeriksaan di Klinik Brawijaya hingga Oktober 2026,” ungkap Umi.
Selain melalui kegiatan tersebut, Klinik Brawijaya juga secara aktif memberikan edukasi secara langsung kepada peserta mengenai persyaratan dan alur pemeriksaan Pap Smear sejak di loket pendaftaran. Informasi ini turut disebarluaskan melalui media sosial resmi Klinik Brawijaya agar semakin banyak perempuan mengetahui cara mengakses layanan deteksi dini kanker serviks.
”Kami melihat semakin banyak peserta yang memanfaatkan layanan ini, meskipun sebagian awalnya merasa takut menjalani pemeriksaan maupun menghadapi hasilnya. Karena dengan pemeriksaan ini kami telah berhasil merujuk seluruh pasien yang terdeteksi adanya tanda abnormal dari sel di bagian serviksnya, agar segera mendapatkan layanan lanjutan di rumah sakit,” jelas umi
Ia berharap pemeriksaan Pap Smear dapat terus tersedia dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Dukungan fasilitas kesehatan serta edukasi yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu perempuan lebih peduli terhadap deteksi dini kanker serviks.
“Kami mengajak para perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksinya dan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Dengan melakukan pemeriksaan sejak dini, perubahan pada leher rahim bisa diketahui lebih cepat sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan,” tutup Umi. (bp/ds)







