BerandaDaerahBandara Banyuwangi kembali Membuka Jalur Penerbangan Internasional

Bandara Banyuwangi kembali Membuka Jalur Penerbangan Internasional

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Bandara Banyuwangi kembali membuka jalur penerbangan internasional. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 dan KM 38 Tahun 2025.

Pihak bandara bahkan telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi sebagai bagian dari persiapan reaktivasi Bandara Internasional Banyuwangi.

General Manager Bandara Banyuwangi, Johan Seni Acton mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Bea Cukai, BKK, BKHIT, hingga Imigrasi.

Selain melaksanakan rapat koordinasi, juga peninjauan kesiapan sarana dan prosedur layanan di Terminal Bandara Internasional Banyuwangi. Menurut Johan, fasilitas utama harus segera dilengkapi sebelum kembali melayani penerbangan internasional.

“Memang berdasarkan surat keputusan Menhub RI, Bandara Banyuwangi sudah masuk kategori bandara internasional. Oleh karena itu kita perlu segera mempersiapkan fasilitas, terutama CIQ. Ini mandatory sebelum nantinya kita melayani penerbangan internasional,” kata Johan, Rabu (20/08/2025) kemarin.

BACA JUGA:  Badan Gizi Nasional Tutup Sementara Dua SPPG di Banyuwangi, Imbas Siswa Keracunan Menu MBG

Ia menjelaskan, Bandara Banyuwangi sebelumnya pernah berstatus internasional namun dicabut pada 2024 dan kembali menjadi domestik. Dengan diaktifkan kembali, sebagian besar fasilitas sudah tersedia meski perlu penyegaran.

“Alhamdulillah secara garis besar fasilitas sudah ada. Memang kita perlu lakukan refreshment, baik dari sisi fasilitas, hospitality, maupun dokumen,” ujarnya.

Menurut Johan, potensi maskapai cukup besar, baik penerbangan reguler maupun carter. Ia menyinggung konsep 3B (Bali Barat, Bali Utara, dan Banyuwangi) yang digagas pemerintah untuk memperluas konektivitas.

Target yang diberikan pemerintah adalah enam bulan, namun pihaknya berupaya lebih cepat. Kesiapan juga datang dari unsur CIQ (Custom, Immigration, and Quarantine).

Kepala Kantor Bea Cukai Banyuwangi, Latif Helmi menyatakan dukungan penuh. “Kami tentu siap untuk mensupport, terutama terkait ketersediaan SDM maupun kelengkapan. Semua pihak akan dilibatkan,” kata Helmi.

BACA JUGA:  Bupati Ipuk Ajak Mahasiswa Cipayung Plus Jadikan Rumah Kebangsaan sebagai Pusat Gagasan Solutif Banyuwangi

Sementara itu, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kemenkes RI, Dr. Acub Zaenal menyebut, pihaknya siap menurunkan personel dan peralatan kesehatan.

“Tugas kami adalah melakukan pencegahan penyakit di pintu masuk bandara. Peralatan yang harus ada thermal scan dan peralatan penunjang lain untuk investigasi penyakit,” jelasnya.

Pihak Imigrasi dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jatim juga menyatakan hal senada dengan reaktivasi status internasional Bandara Banyuwangi.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, I Komang Sudimara, menilai reaktivasi ini merupakan progres besar.

“Pak GM sudah mengumpulkan kita untuk saling berkolaborasi menyempurnakan SOP dan memaksimalkan fasilitas yang ada. Target enam bulan pertama harus berjalan,” ujarnya.

Lebih jauh, Komang menyebut Pemkab juga tengah mendorong peluang penerbangan umrah langsung dari Banyuwangi “Fasilitas kita sudah cukup, termasuk hotel. Pihak CIQ juga siap mendukung,” katanya.

BACA JUGA:  Lewat Jalur Aspirasi DPR RI, Sonny T. Danaparamita Dorong Keselamatan Wisata Bahari Banyuwangi

Dengan kembalinya status internasional ini, Bandara Banyuwangi diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pintu gerbang wisata dan ekonomi di kawasan timur Pulau Jawa.(ydi)

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Bandara Banyuwangi kembali membuka jalur penerbangan internasional. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 dan KM 38 Tahun 2025.

Pihak bandara bahkan telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi sebagai bagian dari persiapan reaktivasi Bandara Internasional Banyuwangi.

General Manager Bandara Banyuwangi, Johan Seni Acton mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Bea Cukai, BKK, BKHIT, hingga Imigrasi.

Selain melaksanakan rapat koordinasi, juga peninjauan kesiapan sarana dan prosedur layanan di Terminal Bandara Internasional Banyuwangi. Menurut Johan, fasilitas utama harus segera dilengkapi sebelum kembali melayani penerbangan internasional.

“Memang berdasarkan surat keputusan Menhub RI, Bandara Banyuwangi sudah masuk kategori bandara internasional. Oleh karena itu kita perlu segera mempersiapkan fasilitas, terutama CIQ. Ini mandatory sebelum nantinya kita melayani penerbangan internasional,” kata Johan, Rabu (20/08/2025) kemarin.

BACA JUGA:  Musim Kemarau 2026 Diprediksi Berlangsung Lebih Lama, BPBD Banyuwangi Petakan 11 Kecamatan Rawan Kekeringan

Ia menjelaskan, Bandara Banyuwangi sebelumnya pernah berstatus internasional namun dicabut pada 2024 dan kembali menjadi domestik. Dengan diaktifkan kembali, sebagian besar fasilitas sudah tersedia meski perlu penyegaran.

“Alhamdulillah secara garis besar fasilitas sudah ada. Memang kita perlu lakukan refreshment, baik dari sisi fasilitas, hospitality, maupun dokumen,” ujarnya.

Menurut Johan, potensi maskapai cukup besar, baik penerbangan reguler maupun carter. Ia menyinggung konsep 3B (Bali Barat, Bali Utara, dan Banyuwangi) yang digagas pemerintah untuk memperluas konektivitas.

Target yang diberikan pemerintah adalah enam bulan, namun pihaknya berupaya lebih cepat. Kesiapan juga datang dari unsur CIQ (Custom, Immigration, and Quarantine).

Kepala Kantor Bea Cukai Banyuwangi, Latif Helmi menyatakan dukungan penuh. “Kami tentu siap untuk mensupport, terutama terkait ketersediaan SDM maupun kelengkapan. Semua pihak akan dilibatkan,” kata Helmi.

BACA JUGA:  Jemaah Haji Kloter 42 Asal Banyuwangi Jawa Timur Tiba Di Bandara Juanda Surabaya

Sementara itu, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kemenkes RI, Dr. Acub Zaenal menyebut, pihaknya siap menurunkan personel dan peralatan kesehatan.

“Tugas kami adalah melakukan pencegahan penyakit di pintu masuk bandara. Peralatan yang harus ada thermal scan dan peralatan penunjang lain untuk investigasi penyakit,” jelasnya.

Pihak Imigrasi dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jatim juga menyatakan hal senada dengan reaktivasi status internasional Bandara Banyuwangi.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, I Komang Sudimara, menilai reaktivasi ini merupakan progres besar.

“Pak GM sudah mengumpulkan kita untuk saling berkolaborasi menyempurnakan SOP dan memaksimalkan fasilitas yang ada. Target enam bulan pertama harus berjalan,” ujarnya.

Lebih jauh, Komang menyebut Pemkab juga tengah mendorong peluang penerbangan umrah langsung dari Banyuwangi “Fasilitas kita sudah cukup, termasuk hotel. Pihak CIQ juga siap mendukung,” katanya.

BACA JUGA:  Sebanyak 1.312 Jemaah Haji Banyuwangi Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Dengan kembalinya status internasional ini, Bandara Banyuwangi diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pintu gerbang wisata dan ekonomi di kawasan timur Pulau Jawa.(ydi)

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Bandara Banyuwangi kembali membuka jalur penerbangan internasional. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 dan KM 38 Tahun 2025.

Pihak bandara bahkan telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi sebagai bagian dari persiapan reaktivasi Bandara Internasional Banyuwangi.

General Manager Bandara Banyuwangi, Johan Seni Acton mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Bea Cukai, BKK, BKHIT, hingga Imigrasi.

Selain melaksanakan rapat koordinasi, juga peninjauan kesiapan sarana dan prosedur layanan di Terminal Bandara Internasional Banyuwangi. Menurut Johan, fasilitas utama harus segera dilengkapi sebelum kembali melayani penerbangan internasional.

“Memang berdasarkan surat keputusan Menhub RI, Bandara Banyuwangi sudah masuk kategori bandara internasional. Oleh karena itu kita perlu segera mempersiapkan fasilitas, terutama CIQ. Ini mandatory sebelum nantinya kita melayani penerbangan internasional,” kata Johan, Rabu (20/08/2025) kemarin.

BACA JUGA:  Tingkatkan Layanan Penerbangan di Bandara Banyuwangi, AirNav Akan Pasang Sistem Navigasi Modern

Ia menjelaskan, Bandara Banyuwangi sebelumnya pernah berstatus internasional namun dicabut pada 2024 dan kembali menjadi domestik. Dengan diaktifkan kembali, sebagian besar fasilitas sudah tersedia meski perlu penyegaran.

“Alhamdulillah secara garis besar fasilitas sudah ada. Memang kita perlu lakukan refreshment, baik dari sisi fasilitas, hospitality, maupun dokumen,” ujarnya.

Menurut Johan, potensi maskapai cukup besar, baik penerbangan reguler maupun carter. Ia menyinggung konsep 3B (Bali Barat, Bali Utara, dan Banyuwangi) yang digagas pemerintah untuk memperluas konektivitas.

Target yang diberikan pemerintah adalah enam bulan, namun pihaknya berupaya lebih cepat. Kesiapan juga datang dari unsur CIQ (Custom, Immigration, and Quarantine).

Kepala Kantor Bea Cukai Banyuwangi, Latif Helmi menyatakan dukungan penuh. “Kami tentu siap untuk mensupport, terutama terkait ketersediaan SDM maupun kelengkapan. Semua pihak akan dilibatkan,” kata Helmi.

BACA JUGA:  Bupati Ipuk Ajak Mahasiswa Cipayung Plus Jadikan Rumah Kebangsaan sebagai Pusat Gagasan Solutif Banyuwangi

Sementara itu, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kemenkes RI, Dr. Acub Zaenal menyebut, pihaknya siap menurunkan personel dan peralatan kesehatan.

“Tugas kami adalah melakukan pencegahan penyakit di pintu masuk bandara. Peralatan yang harus ada thermal scan dan peralatan penunjang lain untuk investigasi penyakit,” jelasnya.

Pihak Imigrasi dan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jatim juga menyatakan hal senada dengan reaktivasi status internasional Bandara Banyuwangi.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, I Komang Sudimara, menilai reaktivasi ini merupakan progres besar.

“Pak GM sudah mengumpulkan kita untuk saling berkolaborasi menyempurnakan SOP dan memaksimalkan fasilitas yang ada. Target enam bulan pertama harus berjalan,” ujarnya.

Lebih jauh, Komang menyebut Pemkab juga tengah mendorong peluang penerbangan umrah langsung dari Banyuwangi “Fasilitas kita sudah cukup, termasuk hotel. Pihak CIQ juga siap mendukung,” katanya.

BACA JUGA:  Mulai 21 Desember, Bandara Banyuwangi Layani Penerbangan Langsung ke Lombok

Dengan kembalinya status internasional ini, Bandara Banyuwangi diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pintu gerbang wisata dan ekonomi di kawasan timur Pulau Jawa.(ydi)

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini