INDOSNAP – Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Aliansi LSM Banyuwangi Damai menyatakan sikap bersama terkait perkembangan situasi keamanan, khususnya pasca aksi unjuk rasa yang terjadi di Ibukota Jakarta, dan beberapa kota di Jawa Timur yang berujung anarkis.
Pernyataan sikap tersebut ditandatangani bersama ketua sejumlah LSM antara lain LSM Rejowangi,LSM Gempur, LSM Gerak, LSM Perintis, LSM SUDRA, Laskar Merah Putih, LSM Kobra, LSM APRB, Lembaga Peneliti Mrah Puti dan Aliansi Rakyat Banyuwangi pada Kamis 4 September 2025.
Juru Bicara gabungan LSM di Banyuwangi, H.Eko Sukartono menegaskan bahwa pihaknya menolak segala bentuk aksi demonstrasi yang berujung anarkis.
Menurutnya, penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga, namun harus dilakukan dengan cara yang santun dan tidak merugikan masyarakat luas.
“Kami sepakat bahwa aspirasi boleh disampaikan, tapi jangan sampai ditunggangi kelompok tertentu hingga menimbulkan kerusuhan, penjarahan, atau bahkan makar. Demo yang berakhir dengan pembakaran fasilitas umum jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan kita,” ucap Eko Sukartono dengan tegas.
Dalam pernyataan sikap bersama itu ada beberapa poin yang disampaikan yakni
- Mengajak semua elemen masyarakat dan sesama anak bangsa untuk selalu mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan demi terciptanya kondusifitas wilayah khususnya Kabupaten Banyuwangi.
- Menolak segala bentuk perbuatan atau aksi yang cenderung anarkis dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
- Menolak segala aksi atau kegiatan apapun yang berakibat pada pengrusakan fasilitas umum dan fasilitas milik negara.
- Mendukung langkah tegas TNI dan POLRI dalam upaya menindak aksi anarkis dan perusak fasilitas negara.
- Mendukung sinergitas TNI dan POLRI dalam rangka menjaga keamanan dan penegakkan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
- Menghimbau semua Aparatur Sipil Negara dan penyelenggara negara agar mengedepankan kinerja yang komunikatif dan responsif.
Eko Sukartono menambahkan bahwa pernyataan sikap bersama ini menjadi bentuk ajakan bersama agar masyarakat Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Banyuwangi untuk menjaga kedamaian dan tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan pihak-pihak tertentu.(ydi)






