BerandaDaerahTunjang Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 9 Perkuat Sistem Persinyalan dan...

Tunjang Keselamatan Perjalanan Kereta Api, KAI Daop 9 Perkuat Sistem Persinyalan dan Telekomunikasi dengan Proteksi Petir dan Grounding

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana lintasan, tetapi juga pada keandalan peralatan persinyalan dan sistem telekomunikasi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus melakukan langkah strategis dalam menjaga keandalan perangkat tersebut, termasuk dengan memperkuat proteksi petir dan sistem grounding sebagai bagian dari upaya mitigasi di musim hujan.

Sistem persinyalan dan telekomunikasi merupakan tulang punggung keselamatan perjalanan kereta api. Peralatan ini berfungsi mengatur lalu lintas kereta dan memastikan koordinasi antarpetugas berjalan aman serta efisien. Namun, perangkat vital tersebut sangat rentan terhadap gangguan alam, terutama sambaran petir yang dapat menimbulkan induksi listrik berbahaya.

“Peralatan persinyalan dan telekomunikasi kami lindungi dengan sistem proteksi petir dan grounding agar tetap berfungsi optimal meskipun terjadi cuaca ekstrem. Hal ini penting karena kerusakan sedikit saja pada perangkat bisa berdampak pada keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.

BACA JUGA:  Dorong Ekonomi Perikanan, Sonny T Danaparamita Bantu Kelompok Sumber Mulyo Glenmore Kembangkan Budidaya Lele Bioflok

Di wilayah Daop 9 Jember, sistem proteksi petir dan grounding terpasang pada gedung perangkat persinyalan, telekomunikasi, serta tower atau BTS (Base Transceiver Station) yang dimiliki KAI. Standar pengukuran yang digunakan cukup ketat, yakni antara 0–1 Ohm untuk memastikan perangkat tetap aman. Selain itu, arrester sebagai pengaman tambahan juga dicek secara berkala, dengan indikator warna hijau sebagai tanda kondisi masih baik.

Beberapa wilayah yang tergolong rawan terhadap petir di Daop 9 Jember antara lain Grati, Bangsalsari, Gunung Mlawang Klakah, dan Gunung Gending Mrawan, yang juga menjadi lokasi tower atau BTS KAI. Meski rawan, perangkat di wilayah tersebut tetap terjaga melalui perawatan rutin yang konsisten.

Mitigasi Musim Hujan dan Perawatan Rutin

Menghadapi musim hujan, KAI Daop 9 Jember menjalankan mitigasi dengan memastikan hasil pengukuran grounding sesuai standar secara periodik, minimal setiap bulan sekali. Perawatan juga dilakukan dengan mencatat indikator arrester, membersihkan sambungan terminal, hingga memastikan seluruh sambungan bebas kotoran yang dapat mengganggu fungsi proteksi.

BACA JUGA:  Hari Valentine, Polisi di Banyuwangi Bagikan Cokelat dan Helm Demi Keselamatan Berkendara

“Tidak ada penambahan tenaga teknis khusus saat musim hujan, tetapi kami sudah menyiagakan tim teknisi persinyalan dan telekomunikasi yang secara rutin melakukan pemeliharaan sesuai SOP. Dengan langkah tersebut, kami pastikan peralatan tetap andal dalam kondisi apa pun,” tambah Cahyo.

Selain sistem proteksi petir dan grounding, KAI Daop 9 Jember juga memperkuat koordinasi antarsatuan kerja untuk mengantisipasi potensi gangguan. Teknisi di lapangan disiagakan penuh, terutama di jalur dengan intensitas perjalanan tinggi.

“Keselamatan dan kenyamanan pelanggan adalah prioritas kami. Karena itu, seluruh perangkat persinyalan dan telekomunikasi selalu kami pastikan dalam kondisi terbaik. Dengan teknologi yang terus diperbarui dan perawatan berkala, KAI berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, andal, dan nyaman bagi masyarakat,” tutup Cahyo.(red)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini