INDOSNAP – Aksi kejahatan retas HP dan bukti transfer palsu menimpah sebuah kios agen BRILink di Desa Tulungrejo Kecamatan Glenmore Banyuwangi. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp. 19 Juta.
Memurut pengakuan karyawati agen BRILink, Dewi (25) pelaku seorang perempuan yang tidak dikenalinya menggunakan pakaian, celana panjang dan kerudung warn hitam.
Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan menjelaskan, peristiwa menegangkan ini terjadi pada Senin siang, 1 Juni 2026, sekitar pukul 13.45 WIB. Korban bernama Dewi (25).
Pelaku berpura-pura ingin melakukan tarik tunai dalam jumlah besar, yaitu Rp19 juta. Untuk memuluskan aksinya, pelaku bersiasat akan mengirimkan uang terlebih dahulu melalui transfer Bank Jatim. Pelaku dengan cerdik meminta nomor rekening tujuan selain Bank BRI, dengan alasan transfer antar-bank akan memakan waktu hingga 24 jam.
Tanpa curiga, Dewi langsung menghubungi pemilik agen, Erna. Melalui karyawan lain bernama Nurul, Dewi diberikan sebuah nomor rekening Bank BNI untuk menampung uang tersebut.
“Di sinilah petaka dimulai. Pelaku yang diduga sudah merencanakan aksi ini dengan matang, berpura-pura bahwa ponselnya rusak dan meminjam ponsel milik Dewi untuk menghubungi suaminya, ” jelas AKP Budi Hermawan.
Hanya dalam waktu 5 menit memegang ponsel korban, pelaku diduga kuat berhasil meretas atau membajak nomor WhatsApp milik Nurul yang ada di kontak ponsel korban. Pelaku kemudian mengembalikan ponsel tersebut sambil menunjukkan bukti foto transfer palsu senilai Rp19.000.000.
Dewi yang sangat teliti mencoba melakukan konfirmasi ulang. Ia mengirim pesan WhatsApp ke nomor Nurul untuk memastikan apakah uang tersebut sudah masuk. Mengerikan, nomor Nurul yang ternyata sudah berada di bawah kendali pelaku langsung membalas, “Sudah masuk 19 jt.”
Melihat jawaban meyakinkan dari nomor rekannya sendiri, tanpa ragu Dewi langsung menyerahkan uang tunai segepok Rp19 juta kepada pelaku. Begitu uang berpindah tangan, wanita misterius serba hitam itu langsung tancap gas dan menghilang tanpa jejak dari lokasi kejadian.
Kedok modus operandi pelaku baru terbongkar beberapa saat kemudian, ketika Erna sang pemilik agen, menghubungi Dewi dan menanyakan mengapa belum ada dana yang masuk ke rekening BNI.
Dewi yang terkejut menjawab bahwa Nurul sudah mengonfirmasi uang tersebut masuk. Setelah dilakukan pengecekan digital secara menyeluruh, barulah mereka menyadari bahwa nomor WhatsApp Nurul telah di-hack oleh pelaku untuk mengirimkan pesan palsu tersebut.
Sadar telah menjadi korban kejahatan siber yang sangat rapi, korban langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. “Saat ini, kasus penipuan bermodus peretasan WhatsApp di agen BRILink Tulungrejo tersebut sedang serius kami tangani guna memburu wanita misterius serba hitam yang membawa kabur uang belasan juta rupiah tersebut, ” jelas Kapolsek.
Upaya kepolisian sektor Glenmore dibantu Satreskrim Polresta Banyuwangi melakukan penyelidikan pelaku. “Kami juga menghimbau kepada pengusaha agen BRILink untuk selalu waspada dan mengecek transaksi masuk secara riel sebelum menyerahkan pengambilan dana tunai, ” pungkasnya.(ydi)






