INDOSNAP – Presiden Prabowo Subianto membuat program pemeriksaan kesehatan atau medical check up gratis bagi masyarakat yang sedang berulang tahun.program ini akan digelar secara bertahap mulai Februari 2025.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Dedek Prayudi menyampaikan, Program yang menjadi unggulan ini merupakan upaya preventif pemerintah untuk kesehatan masyarakat dan akan dilakukan bertahap mulai Februari 2025 dengan target 60 juta jiwa, di mana selama 5 tahun ke depan diharapkan ada 200 juta jiwa yang terlayani kesehatannya melalui program ini.
“Presiden Prabowo sadar betul bahwa UUD 1945 pasal 28H menjamin hak setiap rakyat Indonesia untuk sehat dan mendapatkan layanan kesehatan, sementara pasal 34 UUD 1945 mewajibkan negara untuk memenuhi hak tersebut,” ucapnya.
Dedek Prayudi menjelaskan masyarakat yang memanfaatkan program cek kesehatan gratis, dapat mendatangi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat lainnya. Masyarakat hanya perlu menunjukkan kartu identitas (KTP) untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan lengkap secara gratis.
Menurut dia, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pencegahan penyakit dan skrining kesehatan gratis untuk mengurangi kematian akibat penyakit kardiovaskuler dan penyakit tidak menular lainnya. Selain itu juga bertekad menyelematkan masyarakat ribuan nyawa masyarakat yang tiap tahun meninggal akibat jantung, stroke dan diabetes.
“Skrining kesehatan, untuk semua anggota masyarakat di semua siklus hidup karena presiden ingin masyarakat Indonesia tetap sehat. Cara pandang presiden terhadap kesehatan bukan hanya mengobati orang sakit. Upaya promotif, preventif, itu jauh lebih penting dibandingkan kuratif,” tutur Dedek
Berdasarkan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2023, penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah penyakit tidak menular. Di Indonesia, angka kematian akibat penyakit jantung atau kardiovaskular mencapai lebih dari 600 ribu jiwa per tahun.
“Hampir setara dengan populasi satu Kota Cimahi di Jawa Barat. Pemerintahan Prabowo-Gibran menilai hal ini sangat mendesak diberikan atensi khusus,” kata Dedek.
Penderita hipertensi, kolesterol atau bahkan serangan jantung, kata Dedek, dapat ditekan bahkan diselamatkan kalau masyarakat rutin melakukan cek kesehatan.
Dikatakan Dedek, program skrining kesehatan akan digelar secara bertahap mulai tahun 2025 dengan menargetkan 60 juta orang. Selama lima tahun ke depan, diharapkan 200 juta warga negara dapat terlayani program tersebut.
Dedek juga menjelaskan bahwa Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis ini tidak hanya meliputi penyakit kardiovaskuler, melainkan berbagai penyakit lain yang dikelompokkan berdasarkan kategori anak, dewasa, dan lansia. (setneg)






