BerandaOlahragaSonny Danaparamita Dorong Pembinaan Sepak Bola Usia Muda Lebih Terarah dan Berjenjang

Sonny Danaparamita Dorong Pembinaan Sepak Bola Usia Muda Lebih Terarah dan Berjenjang

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, menegaskan pentingnya pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan dan profesional guna melahirkan atlet-atlet muda berprestasi dari daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri seleksi terbuka skuad Banteng Jatim FC U-17 di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Sabtu (28/02/2026).

Menurut Sonny, antusiasme ratusan peserta yang mengikuti seleksi menjadi bukti bahwa potensi sepak bola di daerah sangat besar. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan sistem pembinaan yang jelas dan konsisten.

“Talenta muda kita banyak. Tinggal bagaimana pembinaannya dilakukan secara serius, berjenjang, dan profesional. Jangan hanya semangat sesaat,” ujarnya.

Ia menilai ajang seleksi terbuka seperti ini menjadi ruang penting bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan tanpa sekat dan tanpa praktik titipan. Proses yang objektif, kata Sonny, akan melahirkan pemain yang benar-benar siap bersaing di level lebih tinggi.

BACA JUGA:  Langkah Persewangi U17 Terhenti Usai Gagal Raih Kemenangan Lawan PSMP Mojokerto di Piala Soeratin Jawa Timur 2026

Lebih lanjut, Sonny menyampaikan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, tidak hanya berbicara soal prestasi, tetapi juga pembentukan karakter. Disiplin, kerja keras, dan sportivitas adalah nilai-nilai yang terbentuk melalui proses latihan dan kompetisi.

“Sepak bola mengajarkan kerja tim, mental bertanding, dan daya juang. Ini bagian dari investasi sumber daya manusia,” tegasnya.

Ia berharap melalui persiapan menuju Soekarno Cup 2026, Jawa Timur mampu kembali menunjukkan dominasinya sekaligus membuka jalan bagi pemain muda untuk meniti karier di tingkat nasional bahkan profesional.

Sonny juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, klub, pelatih, dan stakeholder olahraga agar pembinaan tidak berhenti pada ajang turnamen semata, melainkan berlanjut pada pengembangan jangka panjang.

“Kalau kita serius membangun dari usia muda, saya optimistis akan lahir pemain-pemain hebat dari Banyuwangi dan daerah lain di Jawa Timur,” pungkasnya.(ydi)

BACA JUGA:  Rumah Aspirasi Sonny T. Danaparamita Gandeng The Asia Foundation Gelar Pelatihan Keamanan Digital Marketing bagi UMKM
- Advertisement -spot_img
spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, menegaskan pentingnya pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan dan profesional guna melahirkan atlet-atlet muda berprestasi dari daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri seleksi terbuka skuad Banteng Jatim FC U-17 di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Sabtu (28/02/2026).

Menurut Sonny, antusiasme ratusan peserta yang mengikuti seleksi menjadi bukti bahwa potensi sepak bola di daerah sangat besar. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan sistem pembinaan yang jelas dan konsisten.

“Talenta muda kita banyak. Tinggal bagaimana pembinaannya dilakukan secara serius, berjenjang, dan profesional. Jangan hanya semangat sesaat,” ujarnya.

Ia menilai ajang seleksi terbuka seperti ini menjadi ruang penting bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan tanpa sekat dan tanpa praktik titipan. Proses yang objektif, kata Sonny, akan melahirkan pemain yang benar-benar siap bersaing di level lebih tinggi.

BACA JUGA:  Stage 2 Tour de Banyuwangi Ijen 2024: Martin Laas Cyclist Ferei Quick-Panda Podium Mongolian Team Jadi Tercepat

Lebih lanjut, Sonny menyampaikan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, tidak hanya berbicara soal prestasi, tetapi juga pembentukan karakter. Disiplin, kerja keras, dan sportivitas adalah nilai-nilai yang terbentuk melalui proses latihan dan kompetisi.

“Sepak bola mengajarkan kerja tim, mental bertanding, dan daya juang. Ini bagian dari investasi sumber daya manusia,” tegasnya.

Ia berharap melalui persiapan menuju Soekarno Cup 2026, Jawa Timur mampu kembali menunjukkan dominasinya sekaligus membuka jalan bagi pemain muda untuk meniti karier di tingkat nasional bahkan profesional.

Sonny juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, klub, pelatih, dan stakeholder olahraga agar pembinaan tidak berhenti pada ajang turnamen semata, melainkan berlanjut pada pengembangan jangka panjang.

“Kalau kita serius membangun dari usia muda, saya optimistis akan lahir pemain-pemain hebat dari Banyuwangi dan daerah lain di Jawa Timur,” pungkasnya.(ydi)

BACA JUGA:  Rencana ASN untuk SPPI Dipersoalkan, Sonny T. Danaparamita Ingatkan Nasib Jutaan Honorer
- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, menegaskan pentingnya pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan dan profesional guna melahirkan atlet-atlet muda berprestasi dari daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri seleksi terbuka skuad Banteng Jatim FC U-17 di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Sabtu (28/02/2026).

Menurut Sonny, antusiasme ratusan peserta yang mengikuti seleksi menjadi bukti bahwa potensi sepak bola di daerah sangat besar. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan sistem pembinaan yang jelas dan konsisten.

“Talenta muda kita banyak. Tinggal bagaimana pembinaannya dilakukan secara serius, berjenjang, dan profesional. Jangan hanya semangat sesaat,” ujarnya.

Ia menilai ajang seleksi terbuka seperti ini menjadi ruang penting bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kemampuan tanpa sekat dan tanpa praktik titipan. Proses yang objektif, kata Sonny, akan melahirkan pemain yang benar-benar siap bersaing di level lebih tinggi.

BACA JUGA:  Carlos Alcaraz Menjadi Juara Setelah Kalahkan Novak Djokovic dalam Final Putra Wimbledon 2024

Lebih lanjut, Sonny menyampaikan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, tidak hanya berbicara soal prestasi, tetapi juga pembentukan karakter. Disiplin, kerja keras, dan sportivitas adalah nilai-nilai yang terbentuk melalui proses latihan dan kompetisi.

“Sepak bola mengajarkan kerja tim, mental bertanding, dan daya juang. Ini bagian dari investasi sumber daya manusia,” tegasnya.

Ia berharap melalui persiapan menuju Soekarno Cup 2026, Jawa Timur mampu kembali menunjukkan dominasinya sekaligus membuka jalan bagi pemain muda untuk meniti karier di tingkat nasional bahkan profesional.

Sonny juga mendorong sinergi antara pemerintah daerah, klub, pelatih, dan stakeholder olahraga agar pembinaan tidak berhenti pada ajang turnamen semata, melainkan berlanjut pada pengembangan jangka panjang.

“Kalau kita serius membangun dari usia muda, saya optimistis akan lahir pemain-pemain hebat dari Banyuwangi dan daerah lain di Jawa Timur,” pungkasnya.(ydi)

BACA JUGA:  Komisi III DPRD Banyuwangi Dorong Eksekutif Optimalkan Pemanfaatan Aset Daerah untuk Dongkrak PAD Tahun 2026
- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini