INDOSNAP – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi menerima penghargaan atas keberhasilannya dalam mengungkap sejumlah kasus hukum dan praktik illegal di perairan Banyuwangi
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhamad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla kepada 25 perwakilan Prajurit TNI Angkatan Laut termasuk dua prajurit perwakilan dari Lanal Banyuwangi, di Auditorium Denma Mabesal, Jakarta Timur, Senin (4/5).
Anugerah ini merupakan bentuk apresiasi pimpinan TNI AL, atas prestasi nyata dalam penegakan hukum dan pengamanan wilayah perairan Indonesia. Capaian tersebut sekaligus menjadi cerminan dedikasi, integritas, serta profesionalisme tinggi para prajurit dalam menjaga kedaulatan laut nasional.
Penghargaan prestisius ini diberikan bukan tanpa alasan. Prestasi tersebut merupakan buah atas keberhasilan Lanal Banyuwangi dalam mengungkap serangkaian kasus besar. Mulai dari menggalkan penyelundupan 2.014 botol miras jenis arak ilegal, hingga keberhasilan mengamankan 85.000 ekor Benih Baby Lobster (BBL) dari praktik perdagangan ilegal.
Tak hanya itu, Lanal Banyuwangi juga dinilai progresif dalam menindak praktik illegal fishing menggunakan bahan peledak serta menggagalkan pengiriman 66 ekor babi tanpa dokumen sah. Dari sejumlah ungkap dan penggagalan itulah yang jadi kunci sukses meraih penghargaan tersebut.
“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh Prajurit Lanal Banyuwangi untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan operasional, profesionalisme, serta sinergitas dengan instansi terkait dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia,” kata Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, M.Sc., Selasa (5/5/2026).
Dengan memperoleh penghargaan ini, mencerminkan komitmen kuat TNI AL dalam menegakkan hukum di laut secara tegas dan terukur. Selain itu, prestasi tersebut semakin memperkuat peran satuan kewilayahan dalam menjaga stabilitas keamanan maritim nasional. (hms)






