BerandaPemerintahanKomisi II DPRD Banyuwangi Studi Pengembangan Desa Wisata ke Dinas Pariwisata Kabupaten...

Komisi II DPRD Banyuwangi Studi Pengembangan Desa Wisata ke Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Komisi II DPRD Kabupaten Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewah Yogjakarta dalam rangka studi tiru pengelolaan desa wisata pada bulan Juni lalu.

Rombongan Komisi II diterima langsung Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid didampingi Kepala Bidang Pengembangan SDM, Nyoman Rai Shavitri di Ruang Sapta Pesona Dinas Pariwisata setempat.

Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Hj. Mafrochatin Ni’mah menyampaikan, pihaknya berkeinginan untuk mengembangkan desa wisata seperti yang dilakukan Kabupaten Sleman.

”Secara umum sektor pariwisata Kabupaten Banyuwangi dinilai sudah baik, namun dari sisi pengembangan desa wisata masih perlu belajar lebih banyak lagi, untuk itu pihaknya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman,” ucap Hj.Mafrochatin Ni,mah, Kamis (11/07/2024)

Menurutnya, pengembangan desa wisata di Kabupaten Sleman merupakan salah satu upaya membangun sektor pariwisata yang benar-benar melibatkan masyarakat secara utuh yang dikenal dengan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat atau community based tourism.

”Dalam hal itu, aspek pemberdayaan Masyarakat dinilai sangat dominan sehingga secara otomatis akan dapat mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

BACA JUGA:  Ketua Bapemperda DPRD Banyuwangi Ahmad Masrohan Menerima Kunjungan Tim Ahli Perancang Undang-Undang DPR RI

Hal tersebut dikarenakan multiplier effect dari pengembangan desa wisata dapat berkembang dan berdampak positif bagi masyarakat setempat dalam hal inisiasi, pengelolaan dan pemanfaatan.

”Selama ini tren wisatawan sudah bergeser kepada destinasi yang menyuguhkan kearifan lokal dan tradisionalitas yang banyak disuguhkan oleh kebanyakan desa wisata, wisatawan akan dapat melihat dan ikut terlibat dalam aktivitas tradisional di desa wisata,” jelasnya.

Politisi PKB ini mengatakan, dalam hal pengembangan desa wisata, aspek penting adalah bersifat dari, oleh dan untuk warga masyarakat. Pengembangan desa wisata hendaknya berpola partisipatif secara bottom-up sehingga masyarakat akan merasa memiliki atau handarbeni yang tinggi terhadap potensi yang ada.

”Pada gilirannya masyarakat akan bersemangat dan dengan penuh kesadaran membangun desa wisatanya,” ucapnya.

Ni’mah menambahkan, dalam hal ini pula aspek keberlangsungan (sustainable tourism development) menjadi hal yang utama, dalam arti pemanfaatan potensi yang dimiliki bukan untuk tujuan eksploitasi namun justru untuk mempertahankan dan melestarikan potensi yang dimilikinya kepada generasi muda mendatang tanpa menimbulkan kerusakan.(ydi)

BACA JUGA:  Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Aset Daerah untuk Pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini