BerandaPemerintahanInovasi e-PAD dan Simpling Banyuwangi Masuk Nominator Top 45 Kompertisi Jawara...

Inovasi e-PAD dan Simpling Banyuwangi Masuk Nominator Top 45 Kompertisi Jawara 2026

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan) menjadi nominator TOP 45 ajang kompetisi Jatim Jagad Inovasi Award (JAWARA) 2026 yang digelar oleh Pemprov Jawa Timur. Dua inovasi Banyuwangi bakal bersaing dengan 90 inovasi terbaik lainnya dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Elektronifikasi pendapatan asli daerah atau E-PAD adalah program tata kelola pendapatan daerah yang terintegrasi, transparan, dan berbasis data. Sementara SIMPLING adalah layanan pengujian laboratorium lingkungan secara cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.

Dalam upaya masuk menjadi top 45 Jawara 2026, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani telah memaparkan dua program tersebut di hadapan tim penilai sebagai bagian dari tahapan penilaian. Sebanyak 90 inovasi terbaik dari ratusan inovasi se-Jatim yang masuk, dipaparkan dan diseleksi secara ketat oleh dewan juri independen yang ditunjuk oleh Pemprov Jatim.

BACA JUGA:  Gotong Royong Tangani Kemiskinan, Banyuwangi Luncurkan Gerakan Berbagi

Dewan juri terdiri atas Dr. Yusharto Huntoyungo (Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri) dan Dr. Erna Setijaningrum (akademisi Universitas Airlangga Surabaya).

Dijelaskan Ipuk, elektronifikasi pendapatan asli daerah atau E-PAD bukan sekadar digitalisasi pelayanan pajak, tetapi adalah ekosistem untuk membangun tata kelola pendapatan daerah yang lebih terintegrasi, transparan, dan berbasis data.

Dengan E-PAD, data obyek dan wajib pajak di Banyuwangi menjadi lebih terintegrasi melalui Sistem Informasi Pajak Daerah Kabupaten Banyuwangi (Sijakawangi). Selain itu, pembayaran menjadi lebih mudah karena dilayani melalui berbagai kanal pembayaran, serta pengawasan yang semakin kuat melalui early warning system (EWS).

Sistem ini membantu mendeteksi lebih dini obyek yang belum melapor, belum ditetapkan/membayar, sehingga pengawasan tidak hanya menunggu masalah muncul, melainkan dapat dilakukan secara proaktif.

“Alhamdulillah, dengan E-PAD kepatuhan wajib pajak semakin meningkat sehingga juga berdampak pada peningkatan tren penerimaan pajak daerah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Nyaru Petugas Bansos, Perempuan di Banyuwangi Gasak Perhiasan Emas Milik Lansia

Ipuk menyebut, pada 2025 realisasi pajak daerah mencapai Rp. 456,19 miliar, atau 121,6 persen dari target. Sementara sampai 16 September 2026, realisasi telah mencapai Rp350,02 miliar, atau 78,40% dari target Rp447,80 miliar.

“Ke depan, E-PAD akan terus kami kembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah,” tegas Ipuk.

Selanjutnya, Ipuk juga menjelaskan tentang inovasi SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan). Inovasi berbasis digital ini memudahkan masyarakat, pelaku usaha, instansi pemerintah, hingga akademisi dalam mengakses layanan pengujian laboratorium lingkungan secara cepat, mudah, transparan, dan akuntabel. Seperti uji air, udara, hingga limbah.

Melalui SIMPLING, seluruh proses pelayanan dapat dilakukan secara daring, mulai dari pendaftaran pengujian, pemilihan parameter uji, pemantauan progres analisis, hingga penyampaian hasil pengujian.

“Digitalisasi tersebut mampu memangkas waktu pelayanan dari 30 hari dipangkas tinggal 14 hari. Layanan ini juga meningkatkan efisiensi administrasi, paperless, serta memberikan kemudahan bagi pelanggan di luar daerah Banyuwangi,” kata Ipuk.(hms)

BACA JUGA:  Mulai Besok, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Car Free Day Setiap Minggu di Jalan A. Yani

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan) menjadi nominator TOP 45 ajang kompetisi Jatim Jagad Inovasi Award (JAWARA) 2026 yang digelar oleh Pemprov Jawa Timur. Dua inovasi Banyuwangi bakal bersaing dengan 90 inovasi terbaik lainnya dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Elektronifikasi pendapatan asli daerah atau E-PAD adalah program tata kelola pendapatan daerah yang terintegrasi, transparan, dan berbasis data. Sementara SIMPLING adalah layanan pengujian laboratorium lingkungan secara cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.

Dalam upaya masuk menjadi top 45 Jawara 2026, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani telah memaparkan dua program tersebut di hadapan tim penilai sebagai bagian dari tahapan penilaian. Sebanyak 90 inovasi terbaik dari ratusan inovasi se-Jatim yang masuk, dipaparkan dan diseleksi secara ketat oleh dewan juri independen yang ditunjuk oleh Pemprov Jatim.

BACA JUGA:  Nyaru Petugas Bansos, Perempuan di Banyuwangi Gasak Perhiasan Emas Milik Lansia

Dewan juri terdiri atas Dr. Yusharto Huntoyungo (Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri) dan Dr. Erna Setijaningrum (akademisi Universitas Airlangga Surabaya).

Dijelaskan Ipuk, elektronifikasi pendapatan asli daerah atau E-PAD bukan sekadar digitalisasi pelayanan pajak, tetapi adalah ekosistem untuk membangun tata kelola pendapatan daerah yang lebih terintegrasi, transparan, dan berbasis data.

Dengan E-PAD, data obyek dan wajib pajak di Banyuwangi menjadi lebih terintegrasi melalui Sistem Informasi Pajak Daerah Kabupaten Banyuwangi (Sijakawangi). Selain itu, pembayaran menjadi lebih mudah karena dilayani melalui berbagai kanal pembayaran, serta pengawasan yang semakin kuat melalui early warning system (EWS).

Sistem ini membantu mendeteksi lebih dini obyek yang belum melapor, belum ditetapkan/membayar, sehingga pengawasan tidak hanya menunggu masalah muncul, melainkan dapat dilakukan secara proaktif.

“Alhamdulillah, dengan E-PAD kepatuhan wajib pajak semakin meningkat sehingga juga berdampak pada peningkatan tren penerimaan pajak daerah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Mulai Besok, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Car Free Day Setiap Minggu di Jalan A. Yani

Ipuk menyebut, pada 2025 realisasi pajak daerah mencapai Rp. 456,19 miliar, atau 121,6 persen dari target. Sementara sampai 16 September 2026, realisasi telah mencapai Rp350,02 miliar, atau 78,40% dari target Rp447,80 miliar.

“Ke depan, E-PAD akan terus kami kembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah,” tegas Ipuk.

Selanjutnya, Ipuk juga menjelaskan tentang inovasi SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan). Inovasi berbasis digital ini memudahkan masyarakat, pelaku usaha, instansi pemerintah, hingga akademisi dalam mengakses layanan pengujian laboratorium lingkungan secara cepat, mudah, transparan, dan akuntabel. Seperti uji air, udara, hingga limbah.

Melalui SIMPLING, seluruh proses pelayanan dapat dilakukan secara daring, mulai dari pendaftaran pengujian, pemilihan parameter uji, pemantauan progres analisis, hingga penyampaian hasil pengujian.

“Digitalisasi tersebut mampu memangkas waktu pelayanan dari 30 hari dipangkas tinggal 14 hari. Layanan ini juga meningkatkan efisiensi administrasi, paperless, serta memberikan kemudahan bagi pelanggan di luar daerah Banyuwangi,” kata Ipuk.(hms)

BACA JUGA:  Miliki Fasilitas Lengkap, Sekolah Rakyat di Banyuwangi Bertambah

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan) menjadi nominator TOP 45 ajang kompetisi Jatim Jagad Inovasi Award (JAWARA) 2026 yang digelar oleh Pemprov Jawa Timur. Dua inovasi Banyuwangi bakal bersaing dengan 90 inovasi terbaik lainnya dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Elektronifikasi pendapatan asli daerah atau E-PAD adalah program tata kelola pendapatan daerah yang terintegrasi, transparan, dan berbasis data. Sementara SIMPLING adalah layanan pengujian laboratorium lingkungan secara cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.

Dalam upaya masuk menjadi top 45 Jawara 2026, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani telah memaparkan dua program tersebut di hadapan tim penilai sebagai bagian dari tahapan penilaian. Sebanyak 90 inovasi terbaik dari ratusan inovasi se-Jatim yang masuk, dipaparkan dan diseleksi secara ketat oleh dewan juri independen yang ditunjuk oleh Pemprov Jatim.

BACA JUGA:  Keluhan Debu Proyek Sekolah Rakyat di Muncar Mencuat, Sonny T. Danaparamita Dorong Pemerintah Bertindak

Dewan juri terdiri atas Dr. Yusharto Huntoyungo (Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri) dan Dr. Erna Setijaningrum (akademisi Universitas Airlangga Surabaya).

Dijelaskan Ipuk, elektronifikasi pendapatan asli daerah atau E-PAD bukan sekadar digitalisasi pelayanan pajak, tetapi adalah ekosistem untuk membangun tata kelola pendapatan daerah yang lebih terintegrasi, transparan, dan berbasis data.

Dengan E-PAD, data obyek dan wajib pajak di Banyuwangi menjadi lebih terintegrasi melalui Sistem Informasi Pajak Daerah Kabupaten Banyuwangi (Sijakawangi). Selain itu, pembayaran menjadi lebih mudah karena dilayani melalui berbagai kanal pembayaran, serta pengawasan yang semakin kuat melalui early warning system (EWS).

Sistem ini membantu mendeteksi lebih dini obyek yang belum melapor, belum ditetapkan/membayar, sehingga pengawasan tidak hanya menunggu masalah muncul, melainkan dapat dilakukan secara proaktif.

“Alhamdulillah, dengan E-PAD kepatuhan wajib pajak semakin meningkat sehingga juga berdampak pada peningkatan tren penerimaan pajak daerah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wadah Jaring Aspirasi, Rembuk Anak Banyuwangi Diikuti Siswa Yatim Piatu, Difabel, dan Homeschooling

Ipuk menyebut, pada 2025 realisasi pajak daerah mencapai Rp. 456,19 miliar, atau 121,6 persen dari target. Sementara sampai 16 September 2026, realisasi telah mencapai Rp350,02 miliar, atau 78,40% dari target Rp447,80 miliar.

“Ke depan, E-PAD akan terus kami kembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah,” tegas Ipuk.

Selanjutnya, Ipuk juga menjelaskan tentang inovasi SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan). Inovasi berbasis digital ini memudahkan masyarakat, pelaku usaha, instansi pemerintah, hingga akademisi dalam mengakses layanan pengujian laboratorium lingkungan secara cepat, mudah, transparan, dan akuntabel. Seperti uji air, udara, hingga limbah.

Melalui SIMPLING, seluruh proses pelayanan dapat dilakukan secara daring, mulai dari pendaftaran pengujian, pemilihan parameter uji, pemantauan progres analisis, hingga penyampaian hasil pengujian.

“Digitalisasi tersebut mampu memangkas waktu pelayanan dari 30 hari dipangkas tinggal 14 hari. Layanan ini juga meningkatkan efisiensi administrasi, paperless, serta memberikan kemudahan bagi pelanggan di luar daerah Banyuwangi,” kata Ipuk.(hms)

BACA JUGA:  Mulai Besok, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Car Free Day Setiap Minggu di Jalan A. Yani

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini