INDOSNAP – Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Banyuwangi akan mengumumkan kelulusan siswa secara online pada Senin 4 Mei 2026 besok.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi, Eko Budi Santosa, memberikan sejumlah imbauan penting kepada seluruh sekolah di bawah naungannya agar pengumuman berlangsung tertib dan aman.
Ia menegaskan bahwa pengumuman kelulusan dapat diakses secara daring, sehingga siswa tidak perlu datang ke sekolah secara bersamaan.
Kebijakan ini sengaja diterapkan guna menghindari kerumunan sekaligus menjaga ketertiban umum di lingkungan sekolah maupun jalan raya. Salah satu poin utama imbauan adalah larangan menggelar konvoi kendaraan di jalan raya.
Menurut Eko, kegiatan tersebut kerap menimbulkan gangguan lalu lintas dan berpotensi membahayakan keselamatan para siswa maupun pengguna jalan lainnya. Karena itu, ia meminta siswa untuk menyambut pengumuman dengan cara yang lebih bijak.
“Kelulusan adalah momen yang membahagiakan, tetapi jangan sampai dirayakan dengan cara yang berlebihan. Kami mengimbau agar siswa tetap berada di rumah dan menyambut pengumuman dengan tenang bersama keluarga,” ujar Eko, Minggu (3/05/2026)
Tak hanya konvoi, tradisi mencoret-coret seragam sekolah juga mendapat perhatian serius. Eko menilai kebiasaan yang kerap mewarnai perayaan kelulusan itu tidak mencerminkan semangat dan nilai-nilai pendidikan yang selama ini ditanamkan di bangku sekolah. Ia pun mendorong para lulusan untuk mengubah tradisi tersebut menjadi aksi yang lebih bermakna.
Sebagai alternatif, Eko menyarankan agar seragam yang masih layak pakai disumbangkan kepada adik kelas atau masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, langkah sederhana itu jauh lebih bermanfaat dan sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian sosial para lulusan.
“Daripada seragam dicoret atau dirusak, lebih baik disumbangkan. Dengan begitu, kelulusan tidak hanya menjadi kebahagiaan pribadi, tetapi juga membawa manfaat bagi orang lain,” tambahnya.
Eko berharap pengumuman kelulusan SMA tahun 2026 di Banyuwangi dapat menjadi momen yang tidak hanya membahagiakan, tetapi juga penuh tanggung jawab.
“Kelulusan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari babak baru menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau dunia kerja,” pungkasnya. (ydi)






