BerandaPemerintahanWamenkes Kunjungan Kerja ke Banyuwangi, Perkuat Program Percepat Eliminasi TBS dan Layanan...

Wamenkes Kunjungan Kerja ke Banyuwangi, Perkuat Program Percepat Eliminasi TBS dan Layanan Jempol Raga

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benyamin Paulus Oktavianus melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi dalam rangka memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada Sabtu (24/10/2026)

Ada dua agenda utama Wamenkes di Bumi Blambangan yakni deklarasi desa dan kelurahan siaga TBC sekaligus menghadri apel Siaga Program Jempuit Bola Rawat Warga ( Jempol Raga).

Jempol Raga telah dilaksanakan di Banyuwangi sejak 2018. Program tersebut menggerakkan petugas kesehatan untuk mendatangi warga secara langsung, terutama lansia berisiko tinggi, pasien dengan keterbatasan mobilitas, serta masyarakat yang membutuhkan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan

Deklarasi Siaga penanganan TBC dibacakan Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi, Budiharto. Melalui deklarasi itu, para kepala desa dan kelurahan di Banyuwangi berkomitmen melaksanakan penanggulangan tuberkulosis berbasis wilayah secara terpadu, dan berkesinambungan.

BACA JUGA:  Bupati Ipuk Fiestiandani Lepas 34 Kafilah Banyuwangi ke MTQ Jatim

“Mendorong pelaksanaan deteksi dini, pemeriksaan, pengobatan sesuai standar, investigasi kontak, pemberian terapi pencegahan, serta pemantauan kepatuhan pengobatan,” kata Budiharto saat membacakan deklarasi.

Wamenkes, Benjamin Paulus Octavianu, melakukan kunjungan ke Banyuwangi untuk melihat program pemberantasan Penyakit tuberkulosis. Sebelum menyaksikan deklarasi, Wamenkes melihat pelaksanaan cek kesehatan gratis di Puskesmas Kabat dan meninjau pelayanan di sejumlah rumah sakit.

Wamenkes mengatakan, pemberantasan tuberkolosis merupakan program ekstraordinari dari pemerintahan Presiden Prabowo. Sebab jumlah penderita tuberkolosis di Indonesia berada di peringkat dua dunia.

“Kita kasus TB (Tuberkulosis)-nya nomor dua di dunia, bayangkan negara kita begini besar, kasus TB-nya begitu tinggi, maka kasus TB harus diberantas,” tegasnya.

Saat ini pemberantasan tuberkolosis di indonesia rata-rata cukup baik. Dia mendorong perubahan mindset masyarakat dari mengobati menjadi pencegahan.  Pemerintah, menurutnya, telah mengaktifkan langkah pencegahan dengan menambah obat-obatan pencegahan, alat-alat deteksi dini, hingga X-ray untuk diagnostik.

BACA JUGA:  Cek Penanganan Banjir Muncar, Bupati Ipuk Fiestiandani Instruksikan Segera Bersihkan Drainase dari Sampah

Untuk Banyuwangi, menurut Wamenkes, telah ditambah bantuan sejumlah alat pencegahan. Diantaranya empat alat X-ray untuk diagnostik. Peralatan tersebut ditempatkan di Puskesmas.

“Jadi tidak ada lagi alasan untuk mendiagnosa pasien TB nggak ada alat di Puskesmas itu,” tegasnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, penanganan kasus tuberkolosis itu tergantung proses screening-nya untuk menemukan kasus-kasus baru dan intervensi kepada keluarga. Proses ini, kata dia, terus berjalan karena kasus tuberkolosi seperti gunung es yang tidak kelihatan.

“Maka kita akan cari terus, kita akan lakukan screening terus agar kasus-kasus yang tidak terlihat muncul dan bisa segera diobati,” tegasnya.

Ipuk bersyukur Kementerian Kesehatan memberikan banyak dukungan untuk penanganan tuberkolosis di Banyuwangi.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi penyemangat bagi tim-tim yang ada di lapangan untuk bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.(ydi)

BACA JUGA:  DPRD Banyuwangi Bersama Eksekutif Sepakati Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benyamin Paulus Oktavianus melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi dalam rangka memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada Sabtu (24/10/2026)

Ada dua agenda utama Wamenkes di Bumi Blambangan yakni deklarasi desa dan kelurahan siaga TBC sekaligus menghadri apel Siaga Program Jempuit Bola Rawat Warga ( Jempol Raga).

Jempol Raga telah dilaksanakan di Banyuwangi sejak 2018. Program tersebut menggerakkan petugas kesehatan untuk mendatangi warga secara langsung, terutama lansia berisiko tinggi, pasien dengan keterbatasan mobilitas, serta masyarakat yang membutuhkan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan

Deklarasi Siaga penanganan TBC dibacakan Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi, Budiharto. Melalui deklarasi itu, para kepala desa dan kelurahan di Banyuwangi berkomitmen melaksanakan penanggulangan tuberkulosis berbasis wilayah secara terpadu, dan berkesinambungan.

BACA JUGA:  DPRD Banyuwangi Bersama Eksekutif Sepakati Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026

“Mendorong pelaksanaan deteksi dini, pemeriksaan, pengobatan sesuai standar, investigasi kontak, pemberian terapi pencegahan, serta pemantauan kepatuhan pengobatan,” kata Budiharto saat membacakan deklarasi.

Wamenkes, Benjamin Paulus Octavianu, melakukan kunjungan ke Banyuwangi untuk melihat program pemberantasan Penyakit tuberkulosis. Sebelum menyaksikan deklarasi, Wamenkes melihat pelaksanaan cek kesehatan gratis di Puskesmas Kabat dan meninjau pelayanan di sejumlah rumah sakit.

Wamenkes mengatakan, pemberantasan tuberkolosis merupakan program ekstraordinari dari pemerintahan Presiden Prabowo. Sebab jumlah penderita tuberkolosis di Indonesia berada di peringkat dua dunia.

“Kita kasus TB (Tuberkulosis)-nya nomor dua di dunia, bayangkan negara kita begini besar, kasus TB-nya begitu tinggi, maka kasus TB harus diberantas,” tegasnya.

Saat ini pemberantasan tuberkolosis di indonesia rata-rata cukup baik. Dia mendorong perubahan mindset masyarakat dari mengobati menjadi pencegahan.  Pemerintah, menurutnya, telah mengaktifkan langkah pencegahan dengan menambah obat-obatan pencegahan, alat-alat deteksi dini, hingga X-ray untuk diagnostik.

BACA JUGA:  Bupati Ipuk Fiestiandani Sampaikan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026

Untuk Banyuwangi, menurut Wamenkes, telah ditambah bantuan sejumlah alat pencegahan. Diantaranya empat alat X-ray untuk diagnostik. Peralatan tersebut ditempatkan di Puskesmas.

“Jadi tidak ada lagi alasan untuk mendiagnosa pasien TB nggak ada alat di Puskesmas itu,” tegasnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, penanganan kasus tuberkolosis itu tergantung proses screening-nya untuk menemukan kasus-kasus baru dan intervensi kepada keluarga. Proses ini, kata dia, terus berjalan karena kasus tuberkolosi seperti gunung es yang tidak kelihatan.

“Maka kita akan cari terus, kita akan lakukan screening terus agar kasus-kasus yang tidak terlihat muncul dan bisa segera diobati,” tegasnya.

Ipuk bersyukur Kementerian Kesehatan memberikan banyak dukungan untuk penanganan tuberkolosis di Banyuwangi.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi penyemangat bagi tim-tim yang ada di lapangan untuk bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.(ydi)

BACA JUGA:  Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Siti Mafrochatin Ni'mah: Perluas kesempatan belajar untuk pemerataan pendidikan

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benyamin Paulus Oktavianus melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi dalam rangka memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada Sabtu (24/10/2026)

Ada dua agenda utama Wamenkes di Bumi Blambangan yakni deklarasi desa dan kelurahan siaga TBC sekaligus menghadri apel Siaga Program Jempuit Bola Rawat Warga ( Jempol Raga).

Jempol Raga telah dilaksanakan di Banyuwangi sejak 2018. Program tersebut menggerakkan petugas kesehatan untuk mendatangi warga secara langsung, terutama lansia berisiko tinggi, pasien dengan keterbatasan mobilitas, serta masyarakat yang membutuhkan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan

Deklarasi Siaga penanganan TBC dibacakan Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi, Budiharto. Melalui deklarasi itu, para kepala desa dan kelurahan di Banyuwangi berkomitmen melaksanakan penanggulangan tuberkulosis berbasis wilayah secara terpadu, dan berkesinambungan.

BACA JUGA:  DPRD Banyuwangi Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2024

“Mendorong pelaksanaan deteksi dini, pemeriksaan, pengobatan sesuai standar, investigasi kontak, pemberian terapi pencegahan, serta pemantauan kepatuhan pengobatan,” kata Budiharto saat membacakan deklarasi.

Wamenkes, Benjamin Paulus Octavianu, melakukan kunjungan ke Banyuwangi untuk melihat program pemberantasan Penyakit tuberkulosis. Sebelum menyaksikan deklarasi, Wamenkes melihat pelaksanaan cek kesehatan gratis di Puskesmas Kabat dan meninjau pelayanan di sejumlah rumah sakit.

Wamenkes mengatakan, pemberantasan tuberkolosis merupakan program ekstraordinari dari pemerintahan Presiden Prabowo. Sebab jumlah penderita tuberkolosis di Indonesia berada di peringkat dua dunia.

“Kita kasus TB (Tuberkulosis)-nya nomor dua di dunia, bayangkan negara kita begini besar, kasus TB-nya begitu tinggi, maka kasus TB harus diberantas,” tegasnya.

Saat ini pemberantasan tuberkolosis di indonesia rata-rata cukup baik. Dia mendorong perubahan mindset masyarakat dari mengobati menjadi pencegahan.  Pemerintah, menurutnya, telah mengaktifkan langkah pencegahan dengan menambah obat-obatan pencegahan, alat-alat deteksi dini, hingga X-ray untuk diagnostik.

BACA JUGA:  Dukung Kemandirian Energi Nasional, Pembangkit Listrik Tenaga Angin 200 Megawatt akan Dibangun di Banyuwangi

Untuk Banyuwangi, menurut Wamenkes, telah ditambah bantuan sejumlah alat pencegahan. Diantaranya empat alat X-ray untuk diagnostik. Peralatan tersebut ditempatkan di Puskesmas.

“Jadi tidak ada lagi alasan untuk mendiagnosa pasien TB nggak ada alat di Puskesmas itu,” tegasnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, penanganan kasus tuberkolosis itu tergantung proses screening-nya untuk menemukan kasus-kasus baru dan intervensi kepada keluarga. Proses ini, kata dia, terus berjalan karena kasus tuberkolosi seperti gunung es yang tidak kelihatan.

“Maka kita akan cari terus, kita akan lakukan screening terus agar kasus-kasus yang tidak terlihat muncul dan bisa segera diobati,” tegasnya.

Ipuk bersyukur Kementerian Kesehatan memberikan banyak dukungan untuk penanganan tuberkolosis di Banyuwangi.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi penyemangat bagi tim-tim yang ada di lapangan untuk bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.(ydi)

BACA JUGA:  DPRD Banyuwangi Bersama Eksekutif Sepakati Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini