INDOSNAP – Dinas Kesehatan Banyuwangi berharap masyarakat waspada terhadap ancaman Deman Berdarah Dengue (DBD) seiring dengan adanya 12 kasus sepanjang bulan Januari 2025.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, Amir Hidayat mengatakan hingga pertengahan Januari 2025, ada sebanyak 12 kasus DBD, yang dilaporkan kepada pihaknya. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah, mengingat masih ada beberapa kasus yang mungkin belum terlaporkan.
“Demam berdarah masih menjadi ancaman, diawal 2025 tercatat ada 12 kasus DBD,” ucap Amir, Kamis (23/01/2025)
Sebanyak 12 kasus DBD itu tersebar di sembilan kecamatan, yaitu Tegaldlimo, Singojuruh, Glenmore, Purwoharjo, Rogojampi, Genteng, Banyuwangi, Kalibaru, dan Siliragung. Dinkes Banyuwangi telah meningkatkan upaya pencegahan melalui pengamatan kondisi lapangan dan edukasi masyarakat.
“Caranya melalui peningkatan surveilans dan edukasi,” ucapnya.
Amir juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala-gejala DBD, seperti demam tinggi, nyeri otot dan sendi, ruam, mual, muntah, dan pendarahan. Apabila terjadi gejala demikian, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sepanjang tahun 2024, Dinkes mencatat 550 kasus dengan 19 kematian. Untuk mengurangi jumlah kasus DBD, masyarakat diimbau untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, mulai menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat tempat penampungan air dan manfaatkan/Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk
Selain 3M Plus, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan obat anti nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan.(ydi)






