BerandaKesehatanKenali Risiko Sejak Dini, Jaga Masa Produktif Bersama Prolanis Muda

Kenali Risiko Sejak Dini, Jaga Masa Produktif Bersama Prolanis Muda

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal perlu diwaspadai sejak usia produktif. Mengenali risiko kesehatan lebih awal dapat membantu peserta mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kondisi kesehatannya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, mengatakan peserta dapat memulai upaya tersebut dengan memanfaatkan layanan deteksi dini yang tersedia dalam Program JKN. Salah satunya melalui Skrining Riwayat Kesehatan yang dapat dilakukan melalui Mobile JKN, PANDAWA, maupun dengan datang langsung ke FKTP.

“Jangan merasa karena masih muda berarti tidak memiliki risiko penyakit kronis. Skrining ini bisa menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kita. Kalau dari hasilnya ada risiko, jangan ditunda untuk berkonsultasi ke FKTP supaya bisa diperiksa lebih lanjut dan mendapatkan tindak lanjut yang sesuai,” ujar Masrur saat di temui Jumat (09/10).

BACA JUGA:  Goes to Campus di FIKKIA UNAIR, BPJS Kesehatan Banyuwangi Bekali Mahasiswa Pemahaman JKN

Menurut Masrur, menjaga kesehatan juga perlu dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari yang lebih sehat dan pemeriksaan secara berkala. Sementara bagi peserta yang sudah memiliki penyakit kronis di usia produktif, pemantauan kesehatan dapat dilakukan melalui Prolanis Muda sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.

“Yang penting bukan hanya mengetahui bahwa kita punya risiko atau penyakit tertentu, tetapi bagaimana kondisi itu bisa dikelola. Melalui Prolanis Muda, peserta usia produktif yang membutuhkan dapat memperoleh pemantauan dan pendampingan sehingga tetap bisa menjaga kesehatannya sambil menjalankan aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Pengalaman mengikuti Prolanis Muda dirasakan Siti Rositha (40), peserta JKN segmen PBI asal Muncar, Banyuwangi. Sebelumnya, Siti memeriksakan diri ke FKTP setelah mengalami sejumlah keluhan yang cukup mengganggu aktivitasnya.

“Awalnya saya sering pusing, tengkuk terasa berat, kemudian jari-jari tangan juga sering kesemutan. Waktu diperiksa di FKTP, ternyata tekanan darah dan gula darah saya tinggi. Dari situ saya kemudian dianjurkan untuk mengikuti Prolanis Muda,” cerita Siti.

BACA JUGA:  Perbarui Data JKN Bayi agar Perlindungan Tetap Terjaga

Sejak bergabung dengan Prolanis Muda di DPP dr. Suswati, Siti mendapatkan kesempatan untuk memantau kondisi kesehatannya secara rutin. Kegiatan yang diikutinya tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan, tetapi juga mencakup aktivitas bersama dan edukasi kesehatan.

“Sekarang setiap bulan saya bisa cek gula darah dan mendapatkan obat untuk kebutuhan satu bulan. Ada juga olahraga bersama dan penyuluhan dari dokter. Jadi saya lebih terdorong untuk rutin memeriksa kesehatan dan lebih tahu apa yang harus saya lakukan untuk menjaga kondisi tubuh,” ungkap Siti.

Bagi Siti, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kebiasaan baru untuk lebih memperhatikan kesehatan. Ia berharap layanan serupa dapat terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat usia produktif yang memiliki risiko maupun penyakit kronis dapat memperoleh pendampingan.

“Harapannya JKN dan Prolanis terus berkembang dan manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang. Kalau Prolanis Muda semakin banyak kegiatannya, saya kira akan bagus, terutama untuk masyarakat usia produktif supaya lebih peduli dan tidak menunggu sakitnya menjadi lebih berat,” pungkas Siti. (bp/ds)

BACA JUGA:  Masyarakat diminta Waspada, Dinkes Banyuwangi Catat 12 Kasus DBD selama Bulan Januari 2025
- Advertisement -spot_img
spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal perlu diwaspadai sejak usia produktif. Mengenali risiko kesehatan lebih awal dapat membantu peserta mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kondisi kesehatannya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, mengatakan peserta dapat memulai upaya tersebut dengan memanfaatkan layanan deteksi dini yang tersedia dalam Program JKN. Salah satunya melalui Skrining Riwayat Kesehatan yang dapat dilakukan melalui Mobile JKN, PANDAWA, maupun dengan datang langsung ke FKTP.

“Jangan merasa karena masih muda berarti tidak memiliki risiko penyakit kronis. Skrining ini bisa menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kita. Kalau dari hasilnya ada risiko, jangan ditunda untuk berkonsultasi ke FKTP supaya bisa diperiksa lebih lanjut dan mendapatkan tindak lanjut yang sesuai,” ujar Masrur saat di temui Jumat (09/10).

BACA JUGA:  Antisipasi Virus Mpox, Banyuwangi Perketat Pintu Masuk Pelabuhan dan Bandara

Menurut Masrur, menjaga kesehatan juga perlu dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari yang lebih sehat dan pemeriksaan secara berkala. Sementara bagi peserta yang sudah memiliki penyakit kronis di usia produktif, pemantauan kesehatan dapat dilakukan melalui Prolanis Muda sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.

“Yang penting bukan hanya mengetahui bahwa kita punya risiko atau penyakit tertentu, tetapi bagaimana kondisi itu bisa dikelola. Melalui Prolanis Muda, peserta usia produktif yang membutuhkan dapat memperoleh pemantauan dan pendampingan sehingga tetap bisa menjaga kesehatannya sambil menjalankan aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Pengalaman mengikuti Prolanis Muda dirasakan Siti Rositha (40), peserta JKN segmen PBI asal Muncar, Banyuwangi. Sebelumnya, Siti memeriksakan diri ke FKTP setelah mengalami sejumlah keluhan yang cukup mengganggu aktivitasnya.

“Awalnya saya sering pusing, tengkuk terasa berat, kemudian jari-jari tangan juga sering kesemutan. Waktu diperiksa di FKTP, ternyata tekanan darah dan gula darah saya tinggi. Dari situ saya kemudian dianjurkan untuk mengikuti Prolanis Muda,” cerita Siti.

BACA JUGA:  Perbarui Data JKN Bayi agar Perlindungan Tetap Terjaga

Sejak bergabung dengan Prolanis Muda di DPP dr. Suswati, Siti mendapatkan kesempatan untuk memantau kondisi kesehatannya secara rutin. Kegiatan yang diikutinya tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan, tetapi juga mencakup aktivitas bersama dan edukasi kesehatan.

“Sekarang setiap bulan saya bisa cek gula darah dan mendapatkan obat untuk kebutuhan satu bulan. Ada juga olahraga bersama dan penyuluhan dari dokter. Jadi saya lebih terdorong untuk rutin memeriksa kesehatan dan lebih tahu apa yang harus saya lakukan untuk menjaga kondisi tubuh,” ungkap Siti.

Bagi Siti, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kebiasaan baru untuk lebih memperhatikan kesehatan. Ia berharap layanan serupa dapat terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat usia produktif yang memiliki risiko maupun penyakit kronis dapat memperoleh pendampingan.

“Harapannya JKN dan Prolanis terus berkembang dan manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang. Kalau Prolanis Muda semakin banyak kegiatannya, saya kira akan bagus, terutama untuk masyarakat usia produktif supaya lebih peduli dan tidak menunggu sakitnya menjadi lebih berat,” pungkas Siti. (bp/ds)

BACA JUGA:  Banyuwangi Resmi Memulai Cek Kesehatan Gratis Anak dan Remaja untuk 184 Ribu Pelajar
- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal perlu diwaspadai sejak usia produktif. Mengenali risiko kesehatan lebih awal dapat membantu peserta mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kondisi kesehatannya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, mengatakan peserta dapat memulai upaya tersebut dengan memanfaatkan layanan deteksi dini yang tersedia dalam Program JKN. Salah satunya melalui Skrining Riwayat Kesehatan yang dapat dilakukan melalui Mobile JKN, PANDAWA, maupun dengan datang langsung ke FKTP.

“Jangan merasa karena masih muda berarti tidak memiliki risiko penyakit kronis. Skrining ini bisa menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kita. Kalau dari hasilnya ada risiko, jangan ditunda untuk berkonsultasi ke FKTP supaya bisa diperiksa lebih lanjut dan mendapatkan tindak lanjut yang sesuai,” ujar Masrur saat di temui Jumat (09/10).

BACA JUGA:  Integritas dan Capaian JKN 2025, BPJS Kesehatan Banyuwangi Jamin Mutu Pelayanan dan Perluas Akses

Menurut Masrur, menjaga kesehatan juga perlu dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari yang lebih sehat dan pemeriksaan secara berkala. Sementara bagi peserta yang sudah memiliki penyakit kronis di usia produktif, pemantauan kesehatan dapat dilakukan melalui Prolanis Muda sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.

“Yang penting bukan hanya mengetahui bahwa kita punya risiko atau penyakit tertentu, tetapi bagaimana kondisi itu bisa dikelola. Melalui Prolanis Muda, peserta usia produktif yang membutuhkan dapat memperoleh pemantauan dan pendampingan sehingga tetap bisa menjaga kesehatannya sambil menjalankan aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Pengalaman mengikuti Prolanis Muda dirasakan Siti Rositha (40), peserta JKN segmen PBI asal Muncar, Banyuwangi. Sebelumnya, Siti memeriksakan diri ke FKTP setelah mengalami sejumlah keluhan yang cukup mengganggu aktivitasnya.

“Awalnya saya sering pusing, tengkuk terasa berat, kemudian jari-jari tangan juga sering kesemutan. Waktu diperiksa di FKTP, ternyata tekanan darah dan gula darah saya tinggi. Dari situ saya kemudian dianjurkan untuk mengikuti Prolanis Muda,” cerita Siti.

BACA JUGA:  Kenali BPJS SATU, Siap Bantu Peserta JKN di Rumah Sakit

Sejak bergabung dengan Prolanis Muda di DPP dr. Suswati, Siti mendapatkan kesempatan untuk memantau kondisi kesehatannya secara rutin. Kegiatan yang diikutinya tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan, tetapi juga mencakup aktivitas bersama dan edukasi kesehatan.

“Sekarang setiap bulan saya bisa cek gula darah dan mendapatkan obat untuk kebutuhan satu bulan. Ada juga olahraga bersama dan penyuluhan dari dokter. Jadi saya lebih terdorong untuk rutin memeriksa kesehatan dan lebih tahu apa yang harus saya lakukan untuk menjaga kondisi tubuh,” ungkap Siti.

Bagi Siti, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kebiasaan baru untuk lebih memperhatikan kesehatan. Ia berharap layanan serupa dapat terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat usia produktif yang memiliki risiko maupun penyakit kronis dapat memperoleh pendampingan.

“Harapannya JKN dan Prolanis terus berkembang dan manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang. Kalau Prolanis Muda semakin banyak kegiatannya, saya kira akan bagus, terutama untuk masyarakat usia produktif supaya lebih peduli dan tidak menunggu sakitnya menjadi lebih berat,” pungkas Siti. (bp/ds)

BACA JUGA:  Tak Perlu Menunggu Sakit, Kenali Risiko Jantung Lewat Mobile JKN
- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini