BerandaKesehatanAntisipasi Virus Mpox, Banyuwangi Perketat Pintu Masuk Pelabuhan dan Bandara

Antisipasi Virus Mpox, Banyuwangi Perketat Pintu Masuk Pelabuhan dan Bandara

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan melakukan antisipasi pencegahan penyebaran wabah Monkeypox (Mpox) dengan memperketat pengawasan di pelabuhan dan bandara, seiring dengan penyelenggaraan perhelatan internasional Indonesia-Africa Forum di Bali.

Hingga saat ini, kasus Mpox di Banyuwangi dipastikan masih belum ada. Namun demikian, Pemkab Banyuwangi telah melakukan antisipasi dengan memberikan edaran kewaspadaan kepada rumah sakit dan Puskesmas, meningkatkan Surveilans dan memperketat pengawasan seperti cek suhu tubuh, mengisi Electronic Health Alert Card (e-hac), sebagai upaya pencegahan di pintu masuk ke Banyuwangi seperti di Bandara Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang.

“Sejak tanggal 22 Agustus, kami telah meningkatkan Surveilans, perketat pengawasan seperti cek suhu tubuh dan upaya pencegahan lain di pintu masuk Banyuwangi seperti Bandara dan Pelabuhan,” ucap Plt Kepala Dinas Kesehatan, Amir Hidayat, Rabu (4/09/2024).

BACA JUGA:  Bernilai Rp. 10 Miliar, Bea Cukai Banyuwangi Gagalkan Peredaran 6,5 Juta Batang Rokok Ilegal

Dinkes Banyuwangi juga meningkatkan kapasitas dan penguatan jejaring faskes untuk mendeteksi dini Mpox dengan melakukan Tes PCR untuk mengetahui virus.

“Kami juga melakukan pengecekan, dan Surveilans kasus, itu harus dilaporkan. Nah, itu akan kita tindak lanjuti agar penanganannya lebih cepat,” ujarnya.

Amir menyampaikan, masyarakat khususnya Banyuwangi harus waspada namun tidak perlu panik, pasalnya virus Mpox yang masuk ke Indonesia merupakan varian clade 2b yang lebih ringan dibandingkan virus di Afrika dengan case fatality 0,01 atau tingkat kesembuhan 99 persen.

“Sejak tahun 2022 tercatat ada 88 kasus Mpox di Indonesia. Tahun 2023 sebanyak 74 kasus dan 14 kasus di 2024 di Jatim sendiri ada 3 kasus Mpox,” jelas Amir.

Meski demikian Amir menyampaikan, masyarakat wajib tahu terkait penyakit yang disebut cacar monyet ini. Diterangkan, penyakit Mpox saat ini berpusat di Negara Republik Demokratik Kongo. Adapun penyakit ini menular dengan cara kontak langsung, bisa melalui cairan tubuh seperti air liur, darah dan Droplet.

BACA JUGA:  Langkah Deteksi Dini Penularan HIV, Warga Binaan Lapas Banyuwangi Jalani Tes Mobile VCT

“Ditularkan oleh virus, hati-hati dengan benda yang terkontaminasi oleh pengidap jangan sampai terkena bagian tubuh yang luka atau lesi, hindari seks bebas karena beresiko, terutama Lelaki Seks Lelaki (LSL),” terangnya.

Adapun gejala untuk mengetahui Mpox diantaranya, demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, serta ruam seperti cacar seluruh kulit yang bisa menyebar.

Sebagai upaya pencegahan secara pribadi, Amir meminta masyarakat agar menggunakan masker, menjaga etika batuk, menghindari kontak langsung pengidap, cuci tangan dengan air mengalir dan jaga kebersihan.

“Hingga saat ini obatnya belum ada, dan Kemenkes masih mendapat 1000 vaksin dari Denmark. Vaksin akan diprioritaskan pada kelompok beresiko, kontak langsung, LSL, petugas kesehatan dan petugas lab yang memeriksa Mpox,” ucapnya.

“Dan Bali juga mendapat prioritas karena adanya agenda IAF,” imbuh Amir.(ydi)

BACA JUGA:  Kebocoran Ruang Mesin, KMP Tunu Pratama Jaya Lintas Ketapang-Gilimanuk Tenggelam di Selat Bali

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini