INDOSNAP – Trotoar rusak di sejumlah ruas jalan di Kota Banyuwangi dikeluhkan warga karena dinilai menggabggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki. Wargapun berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar fasilitas pejalan kaki dapat digunakan dengan aman.
” Berdasarkan pantauan yang kami lakukan, hampir 75 persen trotoar di Kota Banyuwangi mengalami kerusakan, sehingga dengan kondisi tersebut menyebabkan pejalan kaki merasa tidak nyaman dan harus berhati-hati, ” ucap Setiawan Hadi salah seorang warga Kelurahan Temenggungan kepada Kabar Rakyat, Kamis (04/06/2026).
Menurut Setiawan Hadi, kerusakan yang terjadi beragam, ada permukaan trotoar yang bergelombang akibat desakan akar pohon, keramik pecah, berlubang dan lainnya. Dan trotoar yang kelihatan baik hanya di ruang publik seperti Taman Blambangan, Taman Sritanjung dan di beberapa depan perkantoran Pemkab Banyuwangi.
” Trotoar yang rusak secara langsung merampas hak pejalan kaki, menciptakan risiko keselamatan, dan sangat menurunkan kenyamanan warga. Fasilitas yang terbengkalai, berlubang, atau beralih fungsi menjadi area parkir maupun lapak pedagang memaksa warga turun ke jalan raya dan menghilangkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, ” ucapnya.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Yuliawan Bambang Sukiyanto mendesak pemerintah daerah segera merespon keluhan masyarakat terkait kerusakan trotoar yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.
” Trotoar rusak yang tidak diperbaiki sama dengan pelanggaran hak pejalan kaki,ancaman keselamatan publik dan bentuk kegagalan pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas umum yang layak, sehingga kita berharap Pemkab memperhatikan hal ini , ” ucap politisi Partai Demokrat asal Kecamatan Rogojampi ini.
Selain mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, lanjutnya, kerusakan trotoar di beberapa ruas jalan kota Banyuwangi mencerminkan tata ruang yang kurang terawat dan memicu penurunan kualitas hidup warga.
” Trotoar sebagai jalur pejalan kaki yang rusak, bergelombang bahkan berlubang menciptakan kesan kumuh dan tidak terurus , ” ucapnya.
Yuliawan mengatakan, usulan perbaikan jalan dan penataan fasilitas pendukungnya menjadi penting demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga.
” Perlu pemeliharaan dan perbaikan trotoar serta pendukung lainnya guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat , ” pungkasnya.(ydi)






