BerandaPemerintahanMusim Penghujan, BPBD Banyuwangi Antisipasi Daerah Rawan Bencana Banjir dan Longsor

Musim Penghujan, BPBD Banyuwangi Antisipasi Daerah Rawan Bencana Banjir dan Longsor

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Masuk musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi memprioritaskan langkah antisipasi di wilayah-wilayah rawan bencana hidrometeorologi, utamanya banjir dan longsor.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto mengatakan, seperti daerah rawan di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

Banjir yang sempat menerjang wilayah tersebut beberapa hari lalu hingga menyebabkan jembatan hanyut terbawa arus langsung ditindaklanjuti. Bahkan jadi atensi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

“Ibu Bupati sudah turun langsung melakukan peninjauan dan memastikan ketersediaan logistik dan bantuan bagi warga terdampak,” ucap Danang, Selasa (3/12/2024).

Danang menyebut Sukamade sebagai salah satu daerah dengan risiko tinggi. Sungainya dangkal dan dekat laut, sehingga rawan terjadi luapan.

Wilayah Sukamade dihuni lebih dari 300 kepala keluarga (KK) yang berpotensi terisolasi jika bencana terjadi. Makanya, pembangunan jembatan diminta untuk segera dilakukan.

BACA JUGA:  Polresta Banyuwangi Ungkap 59 Kasus dan Amankan 69 Tersangka Selama Operasi Pekat Semeru 2025

“Ibu Bupati juga telah meminta persiapan jembatan penghubung untuk segera dilaksanakan (dibangun). Hal ini agar ketika sungai kembali banjir, warga di seberang tidak sampai terisolasi,” ucap Danang.

Selain Sukamade, BPBD juga memetakan daerah rawan lainnya seperti Giri, Glagah, dan pusat kota Banyuwangi. Danang mengaku telah berkoordinasi dengan SKPD terkait seperti Dinas PU Pengairan dan Dinas PU CKPP Banyuwangi untuk memperlancar daerah aliran sungai dan gorong-gorong yang tersumbat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk langkah antisipasi cepat,” ucapnya.

Di kawasan Kalibaru, BPBD bekerja sama dengan Pemprov Jatim untuk merelokasi warga yang dulunya sempat terdampak banjir bandang ke rumah hunian yang dibangun Pemprov Jatim di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan.

“Sebanyak 23 keluarga sudah setuju pindah, dan sebagian warga lainnya yang tinggal di bantaran sungai masih kami bujuk. Karena ini demi keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat,” ucap Danang.

BACA JUGA:  Digelar Dua Hari, Banyuwangi Job Fair Sediakan Ribuan Lowongan Kerja

BPBD juga siaga menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Januari-Februari mendatang. Selain potensi banjir, Danang juga mengimbau kepada warga yang bermukim di kawasan dataran tinggi agar lebih waspada adanya potensi tanah longsor.

“Selain itu kami sudah menyiapkan personel untuk mengatasi pohon tumbang jika sewaktu-waktu terjadi,” ucapnya.(ydi)

- Advertisement -spot_img
spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Masuk musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi memprioritaskan langkah antisipasi di wilayah-wilayah rawan bencana hidrometeorologi, utamanya banjir dan longsor.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto mengatakan, seperti daerah rawan di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

Banjir yang sempat menerjang wilayah tersebut beberapa hari lalu hingga menyebabkan jembatan hanyut terbawa arus langsung ditindaklanjuti. Bahkan jadi atensi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

“Ibu Bupati sudah turun langsung melakukan peninjauan dan memastikan ketersediaan logistik dan bantuan bagi warga terdampak,” ucap Danang, Selasa (3/12/2024).

Danang menyebut Sukamade sebagai salah satu daerah dengan risiko tinggi. Sungainya dangkal dan dekat laut, sehingga rawan terjadi luapan.

Wilayah Sukamade dihuni lebih dari 300 kepala keluarga (KK) yang berpotensi terisolasi jika bencana terjadi. Makanya, pembangunan jembatan diminta untuk segera dilakukan.

BACA JUGA:  Komisi IV DPR RI Soroti Operasional PT BSI di Tumpang Pitu, Pastikan Tambang Taat Lingkungan dan Berdampak bagi Masyarakat

“Ibu Bupati juga telah meminta persiapan jembatan penghubung untuk segera dilaksanakan (dibangun). Hal ini agar ketika sungai kembali banjir, warga di seberang tidak sampai terisolasi,” ucap Danang.

Selain Sukamade, BPBD juga memetakan daerah rawan lainnya seperti Giri, Glagah, dan pusat kota Banyuwangi. Danang mengaku telah berkoordinasi dengan SKPD terkait seperti Dinas PU Pengairan dan Dinas PU CKPP Banyuwangi untuk memperlancar daerah aliran sungai dan gorong-gorong yang tersumbat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk langkah antisipasi cepat,” ucapnya.

Di kawasan Kalibaru, BPBD bekerja sama dengan Pemprov Jatim untuk merelokasi warga yang dulunya sempat terdampak banjir bandang ke rumah hunian yang dibangun Pemprov Jatim di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan.

“Sebanyak 23 keluarga sudah setuju pindah, dan sebagian warga lainnya yang tinggal di bantaran sungai masih kami bujuk. Karena ini demi keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat,” ucap Danang.

BACA JUGA:  Jaga Stok dan Stabilitas Harga, Bupati Ipuk Bersama TPID Antisipasi Inflasi Jelang Ramadan

BPBD juga siaga menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Januari-Februari mendatang. Selain potensi banjir, Danang juga mengimbau kepada warga yang bermukim di kawasan dataran tinggi agar lebih waspada adanya potensi tanah longsor.

“Selain itu kami sudah menyiapkan personel untuk mengatasi pohon tumbang jika sewaktu-waktu terjadi,” ucapnya.(ydi)

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Masuk musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi memprioritaskan langkah antisipasi di wilayah-wilayah rawan bencana hidrometeorologi, utamanya banjir dan longsor.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto mengatakan, seperti daerah rawan di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

Banjir yang sempat menerjang wilayah tersebut beberapa hari lalu hingga menyebabkan jembatan hanyut terbawa arus langsung ditindaklanjuti. Bahkan jadi atensi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

“Ibu Bupati sudah turun langsung melakukan peninjauan dan memastikan ketersediaan logistik dan bantuan bagi warga terdampak,” ucap Danang, Selasa (3/12/2024).

Danang menyebut Sukamade sebagai salah satu daerah dengan risiko tinggi. Sungainya dangkal dan dekat laut, sehingga rawan terjadi luapan.

Wilayah Sukamade dihuni lebih dari 300 kepala keluarga (KK) yang berpotensi terisolasi jika bencana terjadi. Makanya, pembangunan jembatan diminta untuk segera dilakukan.

BACA JUGA:  BPBD Banyuwangi Sedot Genangan Air dan Bagikan Nasi Bungkus di Wilayah Terdampak Banjir

“Ibu Bupati juga telah meminta persiapan jembatan penghubung untuk segera dilaksanakan (dibangun). Hal ini agar ketika sungai kembali banjir, warga di seberang tidak sampai terisolasi,” ucap Danang.

Selain Sukamade, BPBD juga memetakan daerah rawan lainnya seperti Giri, Glagah, dan pusat kota Banyuwangi. Danang mengaku telah berkoordinasi dengan SKPD terkait seperti Dinas PU Pengairan dan Dinas PU CKPP Banyuwangi untuk memperlancar daerah aliran sungai dan gorong-gorong yang tersumbat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk langkah antisipasi cepat,” ucapnya.

Di kawasan Kalibaru, BPBD bekerja sama dengan Pemprov Jatim untuk merelokasi warga yang dulunya sempat terdampak banjir bandang ke rumah hunian yang dibangun Pemprov Jatim di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan.

“Sebanyak 23 keluarga sudah setuju pindah, dan sebagian warga lainnya yang tinggal di bantaran sungai masih kami bujuk. Karena ini demi keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat,” ucap Danang.

BACA JUGA:  Fraksi - Fraksi DPRD Banyuwangi Sampaikan Pandangan Umum Atas Raperda Perubahan APBD Tahun 2025

BPBD juga siaga menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Januari-Februari mendatang. Selain potensi banjir, Danang juga mengimbau kepada warga yang bermukim di kawasan dataran tinggi agar lebih waspada adanya potensi tanah longsor.

“Selain itu kami sudah menyiapkan personel untuk mengatasi pohon tumbang jika sewaktu-waktu terjadi,” ucapnya.(ydi)

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini