BerandaDaerahDorong Konsumsi Ikan, Banyuwangi Gelar Fish Market Festival

Dorong Konsumsi Ikan, Banyuwangi Gelar Fish Market Festival

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Menggelorakan semangat mengkonsumsi produksi perikanan, Banyuwangi menggelar Banyuwangi Fish Market Festival. Festival tersebut diadakan di kawasan Pantai Satelit Muncar, Banyuwangi.

Plt Bupati Banyuwangi Sugirah, festival yang digeber di wilayah pesisir tersebut sebagai upaya untuk menguatkan kembali potensi perikanan Banyuwangi, khususnya kawasan perikanan Muncar yang melimpah.

“Banyuwangi memiliki salah satu garis pantai terpanjang di Indonesia, ini tentu menjadi tumpuan hidup warga pesisir yang pekerjaan utamanya sebagai nelayan. Dengan ini kami berharap kembali aktifkan wisata kuliner dan potensi ekonomi di sektor perikanan di kawasan Muncar,” kata Sugirah membuka Festival Fish Market, Rabu (20/11).

Sugirah menyoroti konsumsi ikan di Banyuwangi sendiri mencapai 120 ribu ton dalam setahun. Konsumsi tersebut merupakan ketiga terbesar di Jawa Timur.

“Ini sangat menggembirakan, dan perlu terus kita optimalkan lagi. Mengingat kandungan gizi produk laut yang memang bagus untuk kesehatan. Kita yang tinggal di kawasan pesisir harus bisa memanfaatkan potensi ini dengan baik,” kata Sugirah.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, Banyuwangi Rutin Gelar Simulasi Evakuasi Bencana

Untuk itu, pemkab terus memacu pengolahan produk perikanan. Harapannya selain untuk meningkatkan konsumsi hasil laut dengan berbagai olahannya, juga untuk meningkatkan nilai tambah sektor perikanan. Di Banyuwangi Fish Market dijual berbagai produk olahan ikan seperti peyek ikan teri, kerupuk ikan, pepes, pempek dan lainnya.

“Pemkab terus menggelar program pelatihan, terutama bagi istri-istri nelayan, yang melatih bagaimana mengolah hasil laut agar daya saing hasil laut kita terus meningkat,” ujar Sugirah.

Dalam Fish Market tersebut ada lelang hasil tangkapan ikan segar para nelayan di TPI. Ikan yang dilelang bermacam jenis, mulai dari Tongkol, Lemuru, Layur, Kenyar hingga Tuna Sirip Kuning berukuran Jumbo.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan bantuan UMKM Naik Kelas kepada Kelompok Pengelola dan Pemasar (Poklahsar) setempat.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP), Trisna Ningsih. Dia menjelaskan arah pembangunan ekonomi Banyuwangi khususnya sektor perikanan sejalan dengan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurutnya, walaupun konsumsi ikan di Banyuwangi tergolong tinggi, masih perlu diimbangi dengan suplai perikanan yang memadai

BACA JUGA:  Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Perairan Melaties, Desa Ketapang Banyuwangi

“Tadi sempat ngobrol dengan Pak Sugirah masih ada beberapa PR di antaranya peningkatan suplai perikanan, salah satunya dengan peningkatan jumlah rumpon atau suplai dari daerah setempat,” ujar Trisna.(hms)

- Advertisement -spot_img
spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Menggelorakan semangat mengkonsumsi produksi perikanan, Banyuwangi menggelar Banyuwangi Fish Market Festival. Festival tersebut diadakan di kawasan Pantai Satelit Muncar, Banyuwangi.

Plt Bupati Banyuwangi Sugirah, festival yang digeber di wilayah pesisir tersebut sebagai upaya untuk menguatkan kembali potensi perikanan Banyuwangi, khususnya kawasan perikanan Muncar yang melimpah.

“Banyuwangi memiliki salah satu garis pantai terpanjang di Indonesia, ini tentu menjadi tumpuan hidup warga pesisir yang pekerjaan utamanya sebagai nelayan. Dengan ini kami berharap kembali aktifkan wisata kuliner dan potensi ekonomi di sektor perikanan di kawasan Muncar,” kata Sugirah membuka Festival Fish Market, Rabu (20/11).

Sugirah menyoroti konsumsi ikan di Banyuwangi sendiri mencapai 120 ribu ton dalam setahun. Konsumsi tersebut merupakan ketiga terbesar di Jawa Timur.

“Ini sangat menggembirakan, dan perlu terus kita optimalkan lagi. Mengingat kandungan gizi produk laut yang memang bagus untuk kesehatan. Kita yang tinggal di kawasan pesisir harus bisa memanfaatkan potensi ini dengan baik,” kata Sugirah.

BACA JUGA:  Perahu Nelayan di Pantai Cemara Banyuwangi Dihantam Ombak Besar Hingga Pecah

Untuk itu, pemkab terus memacu pengolahan produk perikanan. Harapannya selain untuk meningkatkan konsumsi hasil laut dengan berbagai olahannya, juga untuk meningkatkan nilai tambah sektor perikanan. Di Banyuwangi Fish Market dijual berbagai produk olahan ikan seperti peyek ikan teri, kerupuk ikan, pepes, pempek dan lainnya.

“Pemkab terus menggelar program pelatihan, terutama bagi istri-istri nelayan, yang melatih bagaimana mengolah hasil laut agar daya saing hasil laut kita terus meningkat,” ujar Sugirah.

Dalam Fish Market tersebut ada lelang hasil tangkapan ikan segar para nelayan di TPI. Ikan yang dilelang bermacam jenis, mulai dari Tongkol, Lemuru, Layur, Kenyar hingga Tuna Sirip Kuning berukuran Jumbo.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan bantuan UMKM Naik Kelas kepada Kelompok Pengelola dan Pemasar (Poklahsar) setempat.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP), Trisna Ningsih. Dia menjelaskan arah pembangunan ekonomi Banyuwangi khususnya sektor perikanan sejalan dengan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurutnya, walaupun konsumsi ikan di Banyuwangi tergolong tinggi, masih perlu diimbangi dengan suplai perikanan yang memadai

BACA JUGA:  Patroli Perintis Presisi Polresta Banyuwangi Gagalkan Pengiriman Ribuan Botol Arak

“Tadi sempat ngobrol dengan Pak Sugirah masih ada beberapa PR di antaranya peningkatan suplai perikanan, salah satunya dengan peningkatan jumlah rumpon atau suplai dari daerah setempat,” ujar Trisna.(hms)

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – Menggelorakan semangat mengkonsumsi produksi perikanan, Banyuwangi menggelar Banyuwangi Fish Market Festival. Festival tersebut diadakan di kawasan Pantai Satelit Muncar, Banyuwangi.

Plt Bupati Banyuwangi Sugirah, festival yang digeber di wilayah pesisir tersebut sebagai upaya untuk menguatkan kembali potensi perikanan Banyuwangi, khususnya kawasan perikanan Muncar yang melimpah.

“Banyuwangi memiliki salah satu garis pantai terpanjang di Indonesia, ini tentu menjadi tumpuan hidup warga pesisir yang pekerjaan utamanya sebagai nelayan. Dengan ini kami berharap kembali aktifkan wisata kuliner dan potensi ekonomi di sektor perikanan di kawasan Muncar,” kata Sugirah membuka Festival Fish Market, Rabu (20/11).

Sugirah menyoroti konsumsi ikan di Banyuwangi sendiri mencapai 120 ribu ton dalam setahun. Konsumsi tersebut merupakan ketiga terbesar di Jawa Timur.

“Ini sangat menggembirakan, dan perlu terus kita optimalkan lagi. Mengingat kandungan gizi produk laut yang memang bagus untuk kesehatan. Kita yang tinggal di kawasan pesisir harus bisa memanfaatkan potensi ini dengan baik,” kata Sugirah.

BACA JUGA:  Usung Tema "Tandang Bareng, Merajut Harmoni", PCNU Banyuwangi Bersiap Gelar Silaturahmi Akbar dan Buka Bersama

Untuk itu, pemkab terus memacu pengolahan produk perikanan. Harapannya selain untuk meningkatkan konsumsi hasil laut dengan berbagai olahannya, juga untuk meningkatkan nilai tambah sektor perikanan. Di Banyuwangi Fish Market dijual berbagai produk olahan ikan seperti peyek ikan teri, kerupuk ikan, pepes, pempek dan lainnya.

“Pemkab terus menggelar program pelatihan, terutama bagi istri-istri nelayan, yang melatih bagaimana mengolah hasil laut agar daya saing hasil laut kita terus meningkat,” ujar Sugirah.

Dalam Fish Market tersebut ada lelang hasil tangkapan ikan segar para nelayan di TPI. Ikan yang dilelang bermacam jenis, mulai dari Tongkol, Lemuru, Layur, Kenyar hingga Tuna Sirip Kuning berukuran Jumbo.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan bantuan UMKM Naik Kelas kepada Kelompok Pengelola dan Pemasar (Poklahsar) setempat.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP), Trisna Ningsih. Dia menjelaskan arah pembangunan ekonomi Banyuwangi khususnya sektor perikanan sejalan dengan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurutnya, walaupun konsumsi ikan di Banyuwangi tergolong tinggi, masih perlu diimbangi dengan suplai perikanan yang memadai

BACA JUGA:  Langkah Persewangi U17 Terhenti Usai Gagal Raih Kemenangan Lawan PSMP Mojokerto di Piala Soeratin Jawa Timur 2026

“Tadi sempat ngobrol dengan Pak Sugirah masih ada beberapa PR di antaranya peningkatan suplai perikanan, salah satunya dengan peningkatan jumlah rumpon atau suplai dari daerah setempat,” ujar Trisna.(hms)

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini