BerandaPendidikanUpaya Peningkatan Pendidikan Tinggi Daerah, DPRD Banyuwangi Dorong Percepatan Pembangunan Gedung FIKKIA...

Upaya Peningkatan Pendidikan Tinggi Daerah, DPRD Banyuwangi Dorong Percepatan Pembangunan Gedung FIKKIA UNAIR

- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – DPRD Banyuwangi menggelar rapat kerja bersama eksekutif dalam upaya mendorong percepatan pembangunan pendidikan tinggi di daerah. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat lokal dan mendukung pengembangan sumber daya manusia di daerah.

” Hari ini kita gelar rapat kerja bersama eksekutif dan jajaran UNAIR di Banyuwangi terkait kelanjutan pembangunan gedung Fakultas Ilmu Kesehatan,Kedokteran dan Ilmu Alam, (FIKKIA) , ” ucap Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Hj. Siti Mafrochatin Ni.mah, Selasa (13/01/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan, raker ini dalam rangka mengurai persoalan yang menjadi hambatan proses pembangunan dan pengembangan prodi UNAIR Banyuwangi dibawah naungan Fakultas Ilmu Kesehatan,Kedokteran dan Ilmu Alam.

” Hingga saat ini rencana pembangunan gedung FIKKIA UNAIR belum juga terlaksana, melalui rapat kerja ini kita berupaya mengurai apa yang menjadi kendala, ” ucapnya.

BACA JUGA:  Berkat Terobosan Bupati Ipuk Fasilitasi Anak SD Ahli Matematika, Guru di Banyuwangi Dipanggil Presiden Prabowo

Dalam raker terungkap salah satu kendala belum terlaksananya pembangunan gedung FIKKIA UNAIR ini diantaranya belum adanya persetujuan DPRD setempat terkait dengan pemindatangganan lahan aset daerah kepada UNAIR sesuai amanat Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang No.1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

” Pihak FIKKIA UNAIR maupun BPN ternyata minta persetujuan DPRD mengenai lahan aset daerah yang dihibahkan yang berlokasi di beberapa titik tersebut  untuk proses sertifikat, ” ucapnya.

Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah serta peraturan pelaksanaannya Permendagri No. 19 Tahun 2016, lahan aset daerah yang dihibahkan sudah bersertifikat untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi penerima hibah.

” Eksekutif akan kita dorong untuk segera menindaklanjuti ke Badan Pertanahan Nasional atau BPN agar segera terbit sertifikatnya sehingga proses pembangunan bisa segera terlaksana, UNAIR sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 30 miliar untuk gedung baru FIKKIA di Banyuwangi , ” ucapnya.

BACA JUGA:  Pansus IV DPRD Banyuwangi Lakukan Pendalaman Substansi Materi Raperda Tribumlinmas

Hj.Ni’mah optimis dengan adanya pembangunan gedung baru FIKKIA UNAIR di Banyuwangi akan berdampak signifikan pada peningkatan kualitas SDM dan pendidikan, perggerak ekonomi lokal dan  mendorong inovasi, dan berkontribusi langsung pada kesejahteraan serta pembangunan berkelanjutan di Banyuwangi. 

Sementara dikonfirmasi terpisah Dekan FIKKIA UNAIR, Dr. Rahadian Indarto Susilo berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang sudah berjalan di Banyuwangi.

” Sejak tahun 2014 terus meningkat kualitasnya, saat ini sudah punya prodi kedokteran di Banyuwangi, untuk meningkatkan kualitas itu kita akan membangun fasilitas gedung baru, ” ucapnya.

Pembangunan fasilitas gedung baru FIKKIA yang pertama di kampus kedokteran dan kesehatan masyarakat yang berlokasi di Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri. Kedua pembangunan gedung baru di Desa Kedayunan Kecamatan Kabat untuk kedokteran hewan,perikanan dan akuakultur ditambah Rumah Sakit Pendidikan dan Rumah Sakit Hewan.

BACA JUGA:  Unair Terjunkan 210 Mahasiswa KKN, Dukung Pembangunan dan Pemberdayaan Banyuwangi

” DPRD Banyuwangi sangat mendukung dengan rencana pembangunan ini, tadi ini juga mengundanghadirkn eksekutif, sinergi sangat luar biasa sehingga kedepan harapannya pembangunan gedung baru ini segera terwujud dan memberikan manfaat luas bagi Banyuwangi , ” ucapnya.

Revitalisasi gedung FIKKIA UNAIR di Mojopanggung pelaksanaannya direncanakan pada tahun 2026 ini dengan terget 7 lantai. Sedangkan untuk pembangunan kampus FIKKIA UNAIR di Desa Kedayunan masih tahap penyiapan infrastruktur seperti jalan masuk dan infrastruktur pendukung lainnya.(ydi)

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – DPRD Banyuwangi menggelar rapat kerja bersama eksekutif dalam upaya mendorong percepatan pembangunan pendidikan tinggi di daerah. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat lokal dan mendukung pengembangan sumber daya manusia di daerah.

” Hari ini kita gelar rapat kerja bersama eksekutif dan jajaran UNAIR di Banyuwangi terkait kelanjutan pembangunan gedung Fakultas Ilmu Kesehatan,Kedokteran dan Ilmu Alam, (FIKKIA) , ” ucap Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Hj. Siti Mafrochatin Ni.mah, Selasa (13/01/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan, raker ini dalam rangka mengurai persoalan yang menjadi hambatan proses pembangunan dan pengembangan prodi UNAIR Banyuwangi dibawah naungan Fakultas Ilmu Kesehatan,Kedokteran dan Ilmu Alam.

” Hingga saat ini rencana pembangunan gedung FIKKIA UNAIR belum juga terlaksana, melalui rapat kerja ini kita berupaya mengurai apa yang menjadi kendala, ” ucapnya.

BACA JUGA:  Fraksi-Fraksi DPRD Banyuwangi Sepakat dan Setuju Dua Raperda Inisiatif tentang pembinaan Ideologi Pancasila dan Produk Unggula Daerah Dibahas

Dalam raker terungkap salah satu kendala belum terlaksananya pembangunan gedung FIKKIA UNAIR ini diantaranya belum adanya persetujuan DPRD setempat terkait dengan pemindatangganan lahan aset daerah kepada UNAIR sesuai amanat Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang No.1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

” Pihak FIKKIA UNAIR maupun BPN ternyata minta persetujuan DPRD mengenai lahan aset daerah yang dihibahkan yang berlokasi di beberapa titik tersebut  untuk proses sertifikat, ” ucapnya.

Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah serta peraturan pelaksanaannya Permendagri No. 19 Tahun 2016, lahan aset daerah yang dihibahkan sudah bersertifikat untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi penerima hibah.

” Eksekutif akan kita dorong untuk segera menindaklanjuti ke Badan Pertanahan Nasional atau BPN agar segera terbit sertifikatnya sehingga proses pembangunan bisa segera terlaksana, UNAIR sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 30 miliar untuk gedung baru FIKKIA di Banyuwangi , ” ucapnya.

BACA JUGA:  Program Baru Beasiswa “ Banyuwangi Progresif “ Dibuka, Peluang Putra Daerah Dibiayai Kuliah Kesehatan hingga Dokter Spesialis

Hj.Ni’mah optimis dengan adanya pembangunan gedung baru FIKKIA UNAIR di Banyuwangi akan berdampak signifikan pada peningkatan kualitas SDM dan pendidikan, perggerak ekonomi lokal dan  mendorong inovasi, dan berkontribusi langsung pada kesejahteraan serta pembangunan berkelanjutan di Banyuwangi. 

Sementara dikonfirmasi terpisah Dekan FIKKIA UNAIR, Dr. Rahadian Indarto Susilo berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang sudah berjalan di Banyuwangi.

” Sejak tahun 2014 terus meningkat kualitasnya, saat ini sudah punya prodi kedokteran di Banyuwangi, untuk meningkatkan kualitas itu kita akan membangun fasilitas gedung baru, ” ucapnya.

Pembangunan fasilitas gedung baru FIKKIA yang pertama di kampus kedokteran dan kesehatan masyarakat yang berlokasi di Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri. Kedua pembangunan gedung baru di Desa Kedayunan Kecamatan Kabat untuk kedokteran hewan,perikanan dan akuakultur ditambah Rumah Sakit Pendidikan dan Rumah Sakit Hewan.

BACA JUGA:  Bahas LKPJ Bupati 2024, Ketua FPKB DPRD Banyuwangi Arvy Rizaldy Soroti Efektivitas Program Peningkatan Ekonomi dan Kemandirian Pangan

” DPRD Banyuwangi sangat mendukung dengan rencana pembangunan ini, tadi ini juga mengundanghadirkn eksekutif, sinergi sangat luar biasa sehingga kedepan harapannya pembangunan gedung baru ini segera terwujud dan memberikan manfaat luas bagi Banyuwangi , ” ucapnya.

Revitalisasi gedung FIKKIA UNAIR di Mojopanggung pelaksanaannya direncanakan pada tahun 2026 ini dengan terget 7 lantai. Sedangkan untuk pembangunan kampus FIKKIA UNAIR di Desa Kedayunan masih tahap penyiapan infrastruktur seperti jalan masuk dan infrastruktur pendukung lainnya.(ydi)

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

INDOSNAP – DPRD Banyuwangi menggelar rapat kerja bersama eksekutif dalam upaya mendorong percepatan pembangunan pendidikan tinggi di daerah. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat lokal dan mendukung pengembangan sumber daya manusia di daerah.

” Hari ini kita gelar rapat kerja bersama eksekutif dan jajaran UNAIR di Banyuwangi terkait kelanjutan pembangunan gedung Fakultas Ilmu Kesehatan,Kedokteran dan Ilmu Alam, (FIKKIA) , ” ucap Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Hj. Siti Mafrochatin Ni.mah, Selasa (13/01/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan, raker ini dalam rangka mengurai persoalan yang menjadi hambatan proses pembangunan dan pengembangan prodi UNAIR Banyuwangi dibawah naungan Fakultas Ilmu Kesehatan,Kedokteran dan Ilmu Alam.

” Hingga saat ini rencana pembangunan gedung FIKKIA UNAIR belum juga terlaksana, melalui rapat kerja ini kita berupaya mengurai apa yang menjadi kendala, ” ucapnya.

BACA JUGA:  Polemik Tanah Makam Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari Bergulir ke Dewan, Komisi I DPRD Banyuwangi Berharap Ada Mediasi Ulang

Dalam raker terungkap salah satu kendala belum terlaksananya pembangunan gedung FIKKIA UNAIR ini diantaranya belum adanya persetujuan DPRD setempat terkait dengan pemindatangganan lahan aset daerah kepada UNAIR sesuai amanat Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang No.1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

” Pihak FIKKIA UNAIR maupun BPN ternyata minta persetujuan DPRD mengenai lahan aset daerah yang dihibahkan yang berlokasi di beberapa titik tersebut  untuk proses sertifikat, ” ucapnya.

Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah serta peraturan pelaksanaannya Permendagri No. 19 Tahun 2016, lahan aset daerah yang dihibahkan sudah bersertifikat untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi penerima hibah.

” Eksekutif akan kita dorong untuk segera menindaklanjuti ke Badan Pertanahan Nasional atau BPN agar segera terbit sertifikatnya sehingga proses pembangunan bisa segera terlaksana, UNAIR sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 30 miliar untuk gedung baru FIKKIA di Banyuwangi , ” ucapnya.

BACA JUGA:  Fraksi PKB DPRD Banyuwangi Soroti Banyak Hal Raperda RPJMD dan Raperda Perubahan Perda PDRD

Hj.Ni’mah optimis dengan adanya pembangunan gedung baru FIKKIA UNAIR di Banyuwangi akan berdampak signifikan pada peningkatan kualitas SDM dan pendidikan, perggerak ekonomi lokal dan  mendorong inovasi, dan berkontribusi langsung pada kesejahteraan serta pembangunan berkelanjutan di Banyuwangi. 

Sementara dikonfirmasi terpisah Dekan FIKKIA UNAIR, Dr. Rahadian Indarto Susilo berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang sudah berjalan di Banyuwangi.

” Sejak tahun 2014 terus meningkat kualitasnya, saat ini sudah punya prodi kedokteran di Banyuwangi, untuk meningkatkan kualitas itu kita akan membangun fasilitas gedung baru, ” ucapnya.

Pembangunan fasilitas gedung baru FIKKIA yang pertama di kampus kedokteran dan kesehatan masyarakat yang berlokasi di Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri. Kedua pembangunan gedung baru di Desa Kedayunan Kecamatan Kabat untuk kedokteran hewan,perikanan dan akuakultur ditambah Rumah Sakit Pendidikan dan Rumah Sakit Hewan.

BACA JUGA:  Berkat Terobosan Bupati Ipuk Fasilitasi Anak SD Ahli Matematika, Guru di Banyuwangi Dipanggil Presiden Prabowo

” DPRD Banyuwangi sangat mendukung dengan rencana pembangunan ini, tadi ini juga mengundanghadirkn eksekutif, sinergi sangat luar biasa sehingga kedepan harapannya pembangunan gedung baru ini segera terwujud dan memberikan manfaat luas bagi Banyuwangi , ” ucapnya.

Revitalisasi gedung FIKKIA UNAIR di Mojopanggung pelaksanaannya direncanakan pada tahun 2026 ini dengan terget 7 lantai. Sedangkan untuk pembangunan kampus FIKKIA UNAIR di Desa Kedayunan masih tahap penyiapan infrastruktur seperti jalan masuk dan infrastruktur pendukung lainnya.(ydi)

 

- Advertisement -spot_img
spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini