INDOSNAP – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana geologi (PVMBG) mengumumkan status Gunung Ijen meningkat dari waspada menjadi siaga (Level III).
Berdasarkan pengamatan tercatat peningkatan aktivitas gempa tremor dangkal meningkat dari 27 kali menjadi 102 kali, sedangkan gempa vulkanik B meningkat dari lima kali menjadi 49 kali dalam sehari.
“Tanda-tanda peningkatan aktivitas Gunung Ijen sudah mulai terlihat pada saat petugas melakukan pemantauan di kawah, warna air kawah sudah berubah menjadi putih berbuih,” paparnya Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Ijen Banyuwangi, Achmad Subhan
Dengan perubahan status tersebut PVMBG melarang masyarakat dan wisatawan melakukan aktivitas di radius 1,5 km dari puncak kawah Gunung Ijen.
Kenaikan status tersebut akibat aktivitas vulkanik dan gempa tremor yang terjadi secara terus menerus. Hingga Minggu 21 Juli 2024, aktivitas gunung tersebut masih terus terjadi secara fluktuatuf.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Ijen Banyuwangi, Achmad Subhan mengatakan. embusan gas beracun sebanyak 56 kali dan gempa vulkanik dangkal sebanyak 37 kali.
“Gempa vulkanik dalam sebanyak 1 kali, sedangkan gempa tremor terjadi secara terus menerus terekam dengan amplitudo 2-30 milimeter. Terjadinya aktivitas vulkanik tersebut mengakibatkan terjadinya bualan atau gelembung gas di permukaan kawah yang keluar dari dasar kawah,” katanya.
Dia menuturkan, tingginya volume gas beracun berwarna putih tersebut hingga menutup permukaan air kawah dan sangat berhaya bagi manusia.
Karena itu, kata dia, PVMBG masih mengeluarkan rekomendasi larangan untuk melakukan segala bentul aktivitas pendakian yang semula beradius 500 meter kini naik menjadi 1.500 meter dari puncak Gunung Ijen.(ydi)






